Usai Kericuhan di Posko Penyekatan, Ulama Madura Serukan Masyarkat Bersabar Patuhi Prokes | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Usai Kericuhan di Posko Penyekatan, Ulama Madura Serukan Masyarkat Bersabar Patuhi Prokes

  • 18-06-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1704
Usai Kericuhan di Posko Penyekatan, Ulama Madura Serukan Masyarkat Bersabar Patuhi Prokes Penyekatan yang dilakukan petugas di Suramadu sisi Surabaya yang mewajibkan untuk tes usap.(dok.antara)

Klikapa.com -Menyusul peristiwa perusakan fasilitas penyekatan di Jembatan Suramadu, Jumat (18/6/2021) Ulama dan tokoh Madura meminta masyarakat agar mematuhi prosedur penanganan dan pencegahan penularan Covid-19 yang dilakukan pemerintah di titik penyekatan di Jembatan Suramadu di Surabaya dan Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. 

Kepatuhan dinilainya diperlukan agar kemudaratan lebih besar bisa dicegah dan kemaslahatan bersama bisa dicapai.

“Saya sangat menyayangkan terjadinya insiden perusakan pos penyekatan di Suramadu tadi pagi. Seharusnya kejadian itu tidak perlu terjadi jika semua masyarakat sadar akan pentingnya menjaga diri kita dari Covid-19,” kata Salah satu ialah Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan, Fathur Rozi Zubair alias Ra Fathur, kepada wartawan Jumat (18/6).

Putra dari Zubair Muntashor itu menyebut, penyekatan dan swab antigen yang dilakukan pemerintah di Suramadu adalah bentuk ikhtiar agar penyebaran Covid-19 bisa ditekan. Tujuannya agar tidak terjadi kerusakan yang lebih besar dan pandemi bisa terkendali.

Penyekatan di Suramadu, kata Ra Fathur, bukan bentuk diskriminasi. Sebab, penyekatan tidak hanya di Suramadu sisi Surabaya, tapi juga Suramadu sisi Madura. Itu artinya, yang diperiksa tidak hanya warga Madura yang akan ke Surabaya, tapi juga warga Surabaya yang akan ke Madura.

Dia menegaskan, apa yang telah dilakukan pemerintah adalah keputusan yang terbaik untuk masyarakat. Untuk itu, dirinya mendukung langkah pemerintah dalam menangani Covid-19, termasuk penanganan di Bangkalan dan Surabaya.

“Sebagai Muslim, kita harus mencegah kemudaratan yang lebih besar,” ujar salah satu keturunan Syaikhona Kholil Bangkalan itu.

Selama ini, Ra Fathur mengaku telah melakukan sosialisasi agar warga Madura khususnya Bangkalan untuk taat dan memperhatikan protokol kesehatan (prokes). 

“Saya minta kepada masyarakat supaya patuh protokol kesehatan. Ini adalah upaya kita bisa terhindar dari musibah Covid-19,” tandasnya.

Kericuhan terjadi di posko penyekatan Suramadu sisi Surabaya Jumat (18/6) dini hari . Menurt polisi, saat itu, volume kendaraan, terutama sepeda motor, dari arah


BERITA TERKAIT