Peneliti Korsel Temukan Combinasi Vaksin AztraCeneka dan Pfizer Bisa Tingkatkan Antibody Ampuh | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Peneliti Korsel Temukan Combinasi Vaksin AztraCeneka dan Pfizer Bisa Tingkatkan Antibody Ampuh

  • 26-07-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2019
Peneliti Korsel Temukan Combinasi Vaksin AztraCeneka dan Pfizer Bisa Tingkatkan Antibody Ampuh ilustrasi.(dok.ap)

Klikapa.com -Para peneliti Korea Selatan (Korsel) mengaku telah menemukan formula vaksin Covid-19 yang ampuh dan sekaligus untuk meningkatkan andibodi. Vaksi itu adalah kombinasi antara vaksi AstraZeneca dan Pfizer.

Dalam studi yang dikutip Reuters, Senin (26/7/2021) itu menyebutkan peneliti itu dilakukan oleh para ahli Korsel. Dalam rilis hasil studi itu, keampuhan vaksin akan meningkat saat pasien disuntikkan vaksin AstraZeneca pada dosis pertama dan mendapat vaksin Pfizer pada dosis kedua.

Dalam studi itu, 499 pekerja medis dilibatkan dengan komposisi 100 menerima dosis campuran, 200 menerima dua dosis suntikan Pfizer dan sisanya mendapatkan dua suntikan AstraZeneca.

"Semua menunjukkan antibodi penetralisir, yang mencegah virus memasuki sel dan bereplikasi, dan hasil dari campuran vaksin menunjukkan jumlah antibodi penetralisir yang serupa ditemukan dari kelompok yang menerima dua suntikan Pfizer," tulis riset yang dilakukan Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) itu.

Sebelumnya, sebuah penelitian di Inggris bulan lalu menunjukkan hasil yang serupa. Studi itu menyebut bahwa suntikan AstraZeneca yang diikuti oleh Pfizer menghasilkan respons sel T terbaik, dan respons antibodi yang lebih tinggi daripada Pfizer yang diikuti oleh AstraZeneca.

Ide mengenai campuran ini sempat dipertimbangkan oleh Otoritas Obat-obatan Prancis (HAS) dan Badan Obat-obatan Eropa (EMA) pada April lalu. Hal ini terjadi karena beberapa penerima suntikan AstraZeneca ditemukan menderita pembekuan darah yang sangat tidak biasa setelah vaksinasi pertama. Insiden ini menyebabkan beberapa negara menangguhkan penggunaannya sebagai tindakan pencegahan.

Sementara itu Jerman menjadi negara Eropa pertama yang merekomendasikan bahwa kategori masyarakat berusia 60 tahun ke bawah yang telah mendapat suntikan AstraZeneca pada dosis pertama harus menerima produk yang berbeda untuk dosis kedua mereka.
 


BERITA TERKAIT