2,4 Juta Warga Jatim Menunggu Vakasinasi ke 2, Gubernur Jatim Khofifah Minta Pemerintah Pusat segera Pasok Vaksin | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

2,4 Juta Warga Jatim Menunggu Vakasinasi ke 2, Gubernur Jatim Khofifah Minta Pemerintah Pusat segera Pasok Vaksin

  • 03-08-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1506
2,4 Juta Warga Jatim Menunggu Vakasinasi ke 2, Gubernur Jatim Khofifah Minta Pemerintah Pusat segera Pasok Vaksin Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ketika meninjau kegiatan vaksinasi di kampus Unisma dan UMM.(ist)

Klikapa.com -Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa meminta pemerintah pusat menyegerakan pengiriman tambahan dosis vaksin untuk mempercepat program vaksinasi Covid-19 di wilayahnya.

Menurutnya, saat ini banyak warganya yang telah jatuh tempo untuk menerima vaksinasi dosis kedua. Sementara pasokan vaksin di sejumlah daerah di Jatim telah habis.

"Per hari ini yang sudah jatuh tempo dosis kedua itu kurang 4,2 juta [orang di Jatim]," kata Khofifah saat meninjau vaksinasi massal di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (3/8/2021).

Oleh karena itu, mantan Menteri Sosial itu pun berharap wilayahnya bisa segera mendapatkan pasokan vaksin tambahan dari pemerintah pusat. Sebab 4,2 juta masyarakat itu harus segera mendapatkan dosis kedua vaksinnya.

"Jadi memang kami berharap akan ada percepatan droping vaksin ke Jawa Timur karena masyarakat Jatim semangat sekali mengikuti vaksinasi, sementara yang jatuh tempo dosis kedua ini yang harus segera terpenuhi 4,2 juta," ucapnya.

Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan vaksin dosis kedua, kata Khofifah, pasokan tambahan vaksin dari pemerintah pusat itu juga dibutuhkan untuk memperluas jangkauan dosis pertama vaksinasi pada warganya.

"Kami berharap mendapat droping sebanyak dan sesegera mungkin untuk percepatan dosis kedua dan perluasan dosis pertama." ujar dia.

Terpisah, Ketua Rumpun Vaksin Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Herlin Ferliana mengatakan bahwa keterlambatan vaksinasi dosis kedua ini disebabkan lantaran pasokan vaksin yang dikirim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) jumlahnya jauh lebih kecil daripada kebutuhan.

"Karena vaksin ini hanya bisa didapat dari Kemenkes, maka kami terus koordinasi dengan Kemenkes, untuk terus dikirim vaksin terutama untuk pemenuhan dosis kedua," kata Herlin.

Herlin menerangkan tiap mendapatkan distribusi vaksin, pihaknya langsung menyalurkan pasokan itu ke kabupaten/kota. Kini, ia pun mengimbau dinas kesehatan daerah memprioritaskan sasaran dosis kedua.

"Sedangkan untuk sasaran dosis pertama bersabar menunggu vaksin berikutnya, yang Insyaallah bulan Agustus ini datang lebih banyak," kata mantan Kepala Dinkes Jatim ini.

Jatim


BERITA TERKAIT