UM Digerojok Dana Kemenristekdikti untuk Proyek Inovasi Pendidikan

  • 2016-05-19
  • Editor :junaedi
  • dibaca :6033
UM Digerojok Dana Kemenristekdikti untuk Proyek Inovasi Pendidikan kampus universitas negeri Malang

JAKARTA - Universitas Negeri Malang (UM) termasuk dari empat perguruan tinggi yang ditunjuk Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) menyelenggarakan Proyek Pengembangan guna meningkatkan kualitas riset di level pendidikan tinggi Tanah Air.

Proyek yang dibiayai dari pinjaman hibah luar negeri Islamic Development Bank (PHLN IDB) lewat Ditjen Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) itu, merupakan wujud proyek pengembangan Empat Universitas atau Project 4 in 1. Dana yang digelontorkan untuk proyek senilai USD189 juta itu akan berlangsung sampai 2019 mendatang.

Selain UM, universitas yang tergabung dalam proyek ini adalah Universitas Negeri Jember (Unej),  Universitas Mulawarman, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Dalam proyek ini. masing-masing universitas akan fokus pada bidang tertentu. Unej akan menjadi pusat teknologi pangan, kesehatan, dan bioteknologi. UM menjadi pusat inovasi pendidikan. Universitas Mulawarman menjadi pusat kajian tropis untuk tumbuhan dan penyakit dan Universitas Ageng Tirtayasa menjadi pusat teknologi ketahanan pangan.


"IDB memberikan soft loan pada empat universitas, tujuannya ingin meningkatkan kualitas publik. Proyek ini harus didorong hingga selesai. Kalau sudah, nanti giliran universitas lain," ujar Menristekdikti, Mohamad Nasir di Gedung D Kemristekdikti, Kamis (5/9).

Nasir seperti dikutip dari okezone.com, juga mengingatkan, dana yang diberikan adalah pinjaman. Artinya, dia ingin agar pihak-pihak yang terlibat mampu menjalankan proyek dengan baik, terutama dalam masalah tata kelola kampus.

"Jangan sampai terjadi masalah di kemudian hari. Universitas yang terlibat harus mampu mencapai keunggulan yang sudah dirancang," tuturnya.

Mantan Rektor Terpilih Universitas Dipenogoro (Undip) itu menambahkan, proyek fokus kepada pembangunan laboratorium termasuk pengembangan dosen. Sehingga, setelah selesai pada 2019 mendatang dapat memperkuat hasil-hasil riset di perguruan tinggi Tanah Air.

Sementara Dirjen SDID Kemristekdikti, Ali Ghufron Mukti menegaskan, dasar pemberian hibah bagi pembangunan Center of Excellence (CoE) kepada empat universitas adalah laporan United Nations Development Programme (UNDP) 2014 yang menerangkan peringkat Indeks

Berita Terkait

Baca Juga