WHO Sebut 7 Provinsi Penularan Covid-19 Tertinggi di Indonesia | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

WHO Sebut 7 Provinsi Penularan Covid-19 Tertinggi di Indonesia

  • 13-08-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2097
WHO Sebut 7 Provinsi Penularan Covid-19 Tertinggi di Indonesia ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Laju penularan virus Corona atau Covid-19 Indonesia menjadi sorotan organisasi kesehatan dunia atau WHO. Tujuh provisi dinilai memiliki penularan Covid-19 yang tinggi dalam satu pekan dari 2 - 8 Agustuus 2021.

Perhitungan WHO itu dengan perbandikan per 100 penduduk yang ada di wilayah itu.
 
Pada soroatan WHO itu, disebutkan Laju penularan tertinggi pertama adalah Kalimantan Utara. Kasus di daerah ini mencapai 413,9 per 100 ribu penduduk. Lalu, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan kasus 334,8 per 100 ribu penduduk.

Selanjutnya daerah ketiga dengan laju penularan tertinggi adalah Kalimantan Timur dengan insiden kasus 316,8 per 100 ribu penduduk.  Kemudian Bangka Belitung dengan insiden kasus 271,2 per 100 ribu penduduk, DKI Jakarta 252,9 insiden kasus per 100 ribu penduduk.

Sementara Bali dengan insiden kasus 196,3 per 100 ribu penduduk dan Kepulauan Riau sebanyak 171,1 per 100 penduduk.

Data yang dituliskan dalam laporan mingguan WHO itu dikeluarkan pada 11 Agustus 2021.

"Berdasarkan pedoman sementara WHO, ini berarti bahwa ada risiko infeksi Covid-19 yang sangat tinggi bagi masyarakat umum dan sejumlah besar kasus yang didapat secara lokal dan tersebar luas," dikutip dari laporan WHO pada Jumat (13/8).

Selain itu, WHO juga menyoroti lima provinsi di luar Jawa dan Bali yang terus mengalami peningkatan jumlah kasus di atas 25 persen. Lima Provinsi itu di antaranya Nusa Tenggara Timur (40%), Sulawesi Tengah (40%), Aceh (29%), Gorontalo (27%) dan Kepulauan Bangka Belitung (26%).

Terkait itu, WHO mengatakan tindakan serius harus segera diambil. Salah satunya yaitu dengan menambah kapasitas rumah sakit.

"Oleh karena itu, kesehatan masyarakat dan tindakan sosial yang ketat harus terus diterapkan di seluruh negeri. Provinsi-provinsi yang mengalami peningkatan kasus mendesak untuk segera mengambil tindakan untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit," tulisnya.
 


BERITA TERKAIT