Menipu, Pasutri Perum Permata Jingga Ditangkap Kejaksaan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Menipu, Pasutri Perum Permata Jingga Ditangkap Kejaksaan

Menipu, Pasutri Perum Permata Jingga Ditangkap Kejaksaan Pasutri warga Perum Permaja Jingga Kota Malang saat dijemput petugas Kejaksaan untuk dieksekusi menjalani hukuman.(ist)

Klikapa.com -Kejaksaan Negeri Kota Malang menjemput paksa pasangan suami istri (Pasutri), warga Perum Permata Jingga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang akhir pekan kemarin. Mereka adalah HPS, 52, serta istrinya DP, 50. Keduanya terpidana kasus penipuan dan penggelapan. 


Kasi Intel Kejari Kota Malang, Eko Budi Susanto mengatakan, penangkapan terhadap pasutri ini setelah Kejari Kota Malang menerima hasil putusan Mahkamah Agung (MA). Usai menjalani pemeriksaan, mereka langsung dibawa ke Lapas. 


“Eksekusi dua terpidana ini sesuai keputusan sidang Mahkamah Agung akhir tahun lalu. Keduanya diputus bersalah atas kasus penipuan dengan hukuman satu tahun penjara,” ujar Eko Budi, Minggu (29/8/2021).

 
Saat dijemput petugas, kedua terpidana tidak melakukan perlawanan. Karena sebelumnya kedua terpidana sudah dipanggil dan dipantau sejak beberapa hari sebelumnya. 


Kedua terpidana sebelumnya ditangkap pada tahun 2016 dan menjalani persidangan sejak tahun 2017. Mereka menipu korban bernama Ilham, warga Kecamatan Sukun Kota Malang dengan modus pembelian mobil. 


HPS dan DP menawarkan mobil kepada Ilham dengan harga Rp 150 juta. Setelah korban mengirim uang, ternyata mobil yang dijanjikan tidak kunjung diberikan. 


“Karena merasa ditipu, korban melapor ke Polsekta Sukun. Setelah di selidiki ternyata mobil yang dijanjikan merupakan mobil leasing,” tuturnya. 


Mobil tidak bisa dipindah tangankan sampai kedua terpidana ditangkap. Kedua terpidana sempat tidak puas dengan keputusan Pengadilan Negeri Malang, sehingga mengajukan upaya hukum selanjutnya. Keduanya didakwa atas pasal 378 KUHP tentang penipuan. 


“Terpidana sempat melakukan upaya hukum dari Pengadilan Negeri (PN) ke Pengadilan Tinggi (PT). Kemudian kasasi ke MA, dan diputus MA. Surat putusan baru kami terima dua pekan lalu,” tambah Budi. 


Usai dijemput di rumahnya, HPS langsung dijebloskan ke Lapas Kelas I Malang. Sedangkan DP dikirim ke Lapas Perempuan Kelas II A Malang untuk menjalani masa tahanan.(rex/agp)
 


BERITA TERKAIT