Ormas Malang Bersatu Desak Polisi Pembuat Video Gancet Ditahan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Ormas Malang Bersatu Desak Polisi Pembuat Video Gancet Ditahan

Ormas Malang Bersatu Desak Polisi Pembuat Video Gancet Ditahan Sejumlah Ormas Malang desak Polisi tahan pembuat video gancet.(agung)

Klikapa.com -Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) di Kota dan  Kabupaten Malang mendatangi Polres Malang, Rabu (15/9) siang. Mereka yang mengatasnamakan Ormas Malang Bersatu, mendesak kepolisian menangkap dan menahan Idris Al-Marbawy alias Gus Idris.

Pasalnya, Pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Jannah di Kecamatan Ngajum yang juga YouTuber ini, dianggap sudah meresahkan masyarakat mewat konten videonya. Konten video karya Gus Idris, dianggap melenceng dari ajaran agama Islam. 

"Kami mendesak Polres Malang untuk menahan Idris. Karena sebelumnya dia juga sudah ditetapkan sebagai tersangka," ungkap Koordinator Ormas Malang Bersatu Yatimul Ainun.

Sebelumnya Gus Idris juga  membuat konten video hoaks penembakan atas dirinya. Setelah melalui serangkaian penyelidikan panjang, Polres Malang pun telah menetapkan Gus Idris sebagai tersangka. Namun karena dianggap koorperatif, polisi tidak menahannya.

Menurut Ainun, saat kasus konten video pertama, Gus Idris sudah berkomitmen ke Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang. Yakni tidak membuat konten video yang membuat resah masyarakat.

Namun Gus Idris kembali membuat heboh media sosial. Konten video kedua bernuansa asusila  yang berjudul  'Azab Berzina Pasangan Ini Gancet'. Konten ini kemudian heboh.

"Kami semua (perwakilan Ormas) datang ke Polres Malang untuk audensi dengan Kapolres, sekaligus menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Idris sangat meresahkan masyarakat. Karenanya sekali lagi kami minta polisi segera menahannya," tegasnya.

Ia mengatakan, laporan ke Polres Malang ini terkait konten video Gus Idris itu, bukan karena ada persoalan pribadi atau personal dengannya. Yang melaporkan adalah PC NU melalui Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Malang. 
Menanggapi itu, Kapolres Malang AKBP R. Bagoes Wibisono mengatakan kasus Gus Idris masih tetap jalan. Terkait desakan untuk menahan Gus Idris, akan dilakukan gelar perkara terlebih dahulu.

"Untuk penahanannya, nanti kami akan gelar perkara kasusnya dulu. Kalau memang perlu ditahan, akan segera kami lakukan penahanan," tegas Bagoes.

"Sedangkan untuk kasus kedua


BERITA TERKAIT