Pakar: Penerapan Ganjil Genap hanya Pindahkan Kemacetan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Pakar: Penerapan Ganjil Genap hanya Pindahkan Kemacetan

Pakar: Penerapan Ganjil Genap hanya Pindahkan Kemacetan ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Pakar Lalu Lintas dan Transportasi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Hendi Bowoputro, meminta Pemkot Malang dan Polresta Malang Kota (Makota) mengkaji secara mendalam sebelum penerapan ganjil genap di kota ini. 

Alasan utamanya, masih ada prioritas lain untuk mengatasi kemacetan. Sehingga jika sistem ganjil genap diterapkan hanya akan memindahkan kemacetan. 

Dia menyebutkan soal parkir on the street atau di sisi jalan, banyak yang dibiarkan tidak teratur. Larang parkir juga tidak diindahkan.

Dia menyebut seperti di Jalan Veteran, Jalan Jakarta, sekitar Alun-alun Tugu dan Jalan Patimura samping RSSA Malang, parkir sering memakan badan jalan.

“Di Jalan Veteran, Jalan Jakarta masih, banyak kendaraan yang terparkir di sisi jalan. Masih perlu penegakkan hukum di jalanan daripada memikirkan yang lain. Perlu penegaan budaya tertib berlalu lintas terlebih dahulu,” kata dosen Fakultas Teknik ini, Kamis (16/9/2021). 

Hendi mengaku awal pekan lalu Satlantas Polresta Makota sudah menginformasikan rencana penerapan ganjil genap. Namun menurutnya terlalu lebih dulu penegakkan hukum di jalan secara maksimal. 

“Menurut saya, saat ini urgensinya menuntaskan permasalahan yang ada terlebih dahulu. Seperti kendaraan yang melawan arus, lemahnya peran Supeltas yang berada di U-Turn termasuk kendaraan roda dua yang melintas di fly over,” ujarnya.

Ia menyampaikan ada lima titik ruas jalan yang digagas untuk penerapan ganjil genap. Yakni  Jalan S Parman, Jalan Letjen Sutoyo, Jalan JA Suprapto, Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Soekarno-Hatta.
 
Berdasar pengamatannya, lima ruas jalan tersebut masih terhitung aman dan dalam kondisi baik. Hanya di beberapa persimpangan kondisinya jenuh dan melibihi jenuh. Artinya kepadatan arus lalu lintas cukup tinggi.

Jika penerapan ganjil genap sebagai upaya menekan penularan Covid-19, Pasalnya transportasi umum sebagai alternatif di kota ini juga belum memadahi.

“Di Kota Malang belum tersedia (angkutan umum) yang bisa menerapkan protokol kesehatan,” jelas Hendi. 

Karena itu ia menganggap jika ganji genap diterapkan,


BERITA TERKAIT