Polisi Terus Dalami Dugaan Pembunuhan Pengusaha Roti di Jalan Emprit Malang | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Polisi Terus Dalami Dugaan Pembunuhan Pengusaha Roti di Jalan Emprit Malang

  • 22-09-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2949
Polisi Terus Dalami Dugaan Pembunuhan Pengusaha Roti di Jalan Emprit Malang Rumah kontrakan korban (insert) yang kini diberi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan

Klikapa.com -Polisi masih terus mendalami dugaan kasus pembunuhan seorang wanita bernama Ratna, 50 tahun warga Jalan Emprit 10, Kelurahan/ Kecamatan Sukun, Kota Malang. 

''Masih kami dalami, kami juga sedang mengumpulkan sejumlah barang bukti dan keterangan saksi,'' kata Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo, Rabu (22/9/2021).

Namun sejauh itu Tinton belum menjlentrehkan hasil penyelidikannya. Ia berjanji akan mengungkapkan jika sudah diketahui secara jelas.

Untuk kepentingan penyelidikan itu, polisi pun kini telah memberikan garis polisi di TKP atau rumah kontrakan korban di Jalan Emprit, Kota Malang itu.

Munculnya dugaan pembunuhan itu berawal dari ditemukannya  Ratna Darumi Soebagio, 56, tergeletak di kamar mandi rumahnya, pada Sabtu (18/9/2021) sekitar pukul 24.00. Yang kali menemukan korban adalah salah seorang anaknya bernama Bayu, 23.

Informasi di lapangan, Bayu saat itu baru pulang dari rumah tetangganya. Saat tiba di rumah ia mencari ibunya yang mempunyai usaha roti. Sebelum masuk rumah, ia melihat ayahnya di teras rumah sedang merokok.

Begitu mengetahui ibunya tergeletak tak bernyawa dengan luka di bagian kepalanya, ia segera meminta bantuan tetangga untuk membawa ibunya ke rumah sakit. 

Namun saat itu  tidak ada proses visum, karena asumsi awal, korban meninggal akibat terpeleset di kamar mandi dan bukan korban pembunuhan.

Saat itu jenazahnya dibawa ke rumah tempat persemayanan jenazah di Yayasan Gotong Royong Jalan Tenaga, Blimbing Kota Malang.

Saat di persemayaman itulah sejumlah kerabat datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Mereka pun bertanya kepada Bayu ikhwal kematian ibunya.

Bayu pun menceritakan kronologi dari meninggalnya sang ibu. Kemudian, para rekan korban pun mencoba melihat kondisi luka dan jenazah korban.

Dari situlah kecurigaan meninggalnya korban karena dugaan pembunuhan. Kerabat kroban melihat luka lebam di bagian kepala dianggap tidak wajar jika hanya jatuh. Mereka pun mendorong Bayu untuk membuat laporan polisi.

Kecurigaan pun mengarah kepada sang suami korban Sofyan,


BERITA TERKAIT