Kejari Tahan 2 Tersangka Kasus Mark Up Lahan SMA Negeri 3 Kota Batu | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Kejari Tahan 2 Tersangka Kasus Mark Up Lahan SMA Negeri 3 Kota Batu

Kejari Tahan 2 Tersangka Kasus Mark Up Lahan SMA Negeri 3 Kota Batu 2 tersangka kasus mark up pengadaan tanah untuk SMAN 3 Kota Batu Ditahan Kejaksaan.(ist)

Klikapa.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu menetapkan dua tersangka kasus tindak pidana korupsi (TPK) atas dugaan mark up pengadaan lahan SMA Negeri 3 Kota Batu, Kamis (23/9/2021). Dalam kasus ini kerugian negara Rp 4,080 miliar. 

Dua tersangka itu Edi Setiawan, mantan ASN BPKAD Kota Batu dan Nanang Ismawan, konsultan studi kelayakan proyek tersebut. Mereka pun langsung ditahan penyidik korps Adhyaksa. 

“Tim penyidik sudah bekerja keras dan tidak main-main menindaklanjuti kasus ini. Setelah mengumpulkan alat bukti cukup dan barang bukti,  keduanya kita tetapkan sebagai tersangka dan langsung kita amankan,” jelas Kepala Kejari Kota Batu, Supriyanto kepada wartawan, Kamis (23/9) sore. 

Saat penyelidikan kasus ini, lanjut dia, tim penyidik menemukan adanya kerugian negara Rp 4,080 miliar. Dari total anggara pengadaan lahan sekitar Rp 8,8 miliar melalui BPKAD di anggaran APBD 2014.

Untuk mengetahui kerugian negara, penyidik Kejari Batu melibatkan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). Tujuannya menghitung besaran kerugian negara. Sebab penilaian BPKP merujuk dari penilaian MAPPI dengan dasar nilai harga wajar saat itu. 

"Untuk penggelembungan (mark up) harga tanah, menurut kami dan MAPPI berdasarkan hasil penyelidikan saat itu (tahun 2014) tanah yang dibeli memang terlalu mahal hampir separo dari harga beli," terangnya. 

Peran Edi Setiawan dalam kasus ini karena jabatannya. Saat itu dia anggota tim perencanaan dan pengadaan tanah. Juga menjabat sebagai Kasubid Aset BPKAD Kota Batu sekaligus PPTK pengadaan tanah. 

Diketahui pula, Edi Setiawan sebelumnya juga pernah ikut terjaring operasi KPK di Kota Batu tahun 2017 lalu. Kasusnya saat itu pengadaan mebeler di Balai Kota Among Tani Batu. Setelah itu di non aktifkan sebagai ASN Pemkot Batu. 

"Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor dengan pidana penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun," imbuhnya.

Dalam penanganan TPK dugaan mark up lahan SMAN 3 Kota


BERITA TERKAIT