Polisi Wajibkan Anggota Satlantas Jadi Orang Tua Asuh Anak-anak Yatim Piatu kerena Covid-19 | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Polisi Wajibkan Anggota Satlantas Jadi Orang Tua Asuh Anak-anak Yatim Piatu kerena Covid-19

  • 26-09-2021 penulis : muhaimin
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1095
Polisi Wajibkan Anggota Satlantas Jadi Orang Tua Asuh Anak-anak Yatim Piatu kerena Covid-19 Sejumlah anak-anak yang harus kehilangan orang tua karena terpapar Covid-19. (ist)

Klikapa.com - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Malang Kota (Makota) mengajak anggotanya menjadi orang tua asuh anak terdampak Covid-19. Kegiatan digalakkan, mengingat pentingnya sosok orangtua dalam mendampingi masa pertumbuhan dan perkembangan anak.

"Ini kami laksanakan, bersama jajaran Satlantas Polda Jatim. Di Polresta Makota kami targetkan ada 100 anak yatim-piatu yang akan diasuh oleh anggota kami," kata Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Yoppi Anggi Khrisna, Minggu (26/9).

Dia menjelaskan, sistemnya satu anggota Satlantas bertanggungjawab mengasuh satu anak. Satlantas Malang Kota beranggotakan 124 orang. Yang sudah pasti menjadi orang tua asuh ada 100 personel. 

"Kegiatan merupakan inisiasi dari Polda Jatim bertajuk 'Sapa Saya', yakni Satu Polantas (Polisi Lalu Lintas), Satu Anak Yatim. Itulah yang juga kami terapkan di Kota Malang," sambung Yoppi. 

Menurutnya, perhatian kepada anak-anak yang menjadi yatim piatu karena pandemi Covid-19 tidak berfokus pada materi saja. Tetapi juga dukungan, aspek psikologis, serta pendampingan mental dan  kepribadian. 

"Program orang tua asuh ini tidak hanya sekadar memberi materi, tetapi juga memberikan pendampingan,  support, dan motivasi layaknya anak sendiri," ungkapnya. 

Melalui Bhabinkamtibmas, Satlantas Polresta Makota akan mendata anak-anak yang termasuk dalam kategori itu. Yakni ditinggalkan orangtua karena pandemi Covid-19 dan dalam tekanan permasalahan ekonomi. 

"Anggota kami mendatangi lokasi yang tempat anak tersebut berada. Dan berkomunikasi dengan pihak keluarga si anak, terkait kondisi dan kebutuhan sang anak," lanjut Yoppi.

Selain itu untuk kriteria anak yang akan diangkat sebagai anak asuh, minimal berusia antara 12 hingga 18 tahun. Dan belum mandiri secara ekonomi dan masih dalam usia pelajar. 

"Mereka ini kami fasilitasi apabila membutuhkan motivasi, pendampingan psikologis. Kami juga berperan sebagai mediator. Selain itu juga apabila ada keperluan sekolah, dan sebagainya bisa difasilitasi oleh orangtua asuhnya," tandasnya. (rex/aim)
 


BERITA TERKAIT