Ucapan Monyet, Prosesi Ijab Kabul Jadi Kericuhan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Ucapan Monyet, Prosesi Ijab Kabul Jadi Kericuhan

  • 26-09-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1566
Ucapan Monyet, Prosesi Ijab Kabul Jadi Kericuhan Kericuhan terjadi saat acara ijab kabul di kelurahan Oimbo, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). (tangkapan video)

Klikapa.com -Helatan ajang  pernikahan yang seharusnya senang dan marak berubah menjadi kekacauan. Sang menantu pun dihajar oleh orang tua mempelai wanita. Kejadian itupun menjadi viral setelah videonya diunggal ke media sosial Facebook.

Persitiwa itu diketahui terjadi di kelurahan Oimbo, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Video yang berdurasi 1 menit 41 detik pertama kali diunggah pemilik akun Facebook Ansar Blur sekitar pukul 11.00 Wita. Dua jam kemudian, video itu telah dibagikan sebanyak 1,8 ribu kali.

Dalam video tersebut, pertikaian itu terjadi saat proses ijab-kabul. Awalnya  acara itu berlangsung lancar. Penghulu yang mengenakan jas biru mengawali prosesi ijab-kabul.

Setelah tiba giliran orang tua pengantin perempuan membacakan istigfar dan syahadat. Di ujung bacaan syahadat, pria yang duduk berhadapan dengan pengantin pria itu tiba-tiba menyebut kata 'Bote'. Dalam bahasa Bima, 'Bote' berarti monyet.

"Apalagi sih masalahnya, hargai kami sebagai keluarganya. Tidak enak didengar masalah begini," ucap salah seorang perempuan dalam video tersebut dalam bahasa Bima.

Orang tua pengantin wanita tampak menunjuk ke arah suara tersebut. Lalu ia bangun dari tempat duduknya dan melayangkan tendangan ke arah pengantin pria. Tendangannya sempat mengenai wajah pengantin pria.

Orang tua pengantin wanita kembali menyerang pengantin pria, tetapi berhasil dilerai.

Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Candra membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa dalam video itu terjadi pada 14 Agustus lalu.

"Benar itu terjadi di Kota Bima, tepatnya di Oimbo wilayah hukum Polsek Rasanae Barat. Tapi kejadian itu sebulan yang lalu tepatnya pada tanggal 14 Agustus 2021," jelasnya pada detikcom, Minggu (26/9/2021).

Henry mengatakan kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian sektor Rasanae Barat dan tengah dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Sudah dilaporkan oleh keluarga yang merasa dirugikan. Sedang dilakukan penyelidikan terkait motifnya dan juga akan segera dilimpahkan ke Reskrim," tuturnya.
 


BERITA TERKAIT