Presiden Arema: Biarlah Kami Jadi Martir Akhirnya Rivalias Tak Sehat | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Presiden Arema: Biarlah Kami Jadi Martir Akhirnya Rivalias Tak Sehat

Presiden Arema: Biarlah Kami Jadi Martir Akhirnya Rivalias Tak Sehat Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana.(ist)

Klikapa.com -Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana menyatakan saatnya citra negatif rivalitas sepak bola saat ini harus diakhiri. Ini menyusul insiden bus Arema FC yang diserang sekelompok suporter bola saat berada di depan Hotel New Saphir, Jalan Laksda Adisucipto,Yogyakarta, Rabu (19/10/2021) malam.

“Sepak bola sejatinya adalah persaudaraan. Rivalitas hanya 2 x45 menit adu kualitas permainan, adu strategi, adu fisik dan dan teknik. Tragedi Yogya di mana bus Arema FC diserang oleh oknum suporter beratribut Persebaya kita jadikan tonggak pengakhiran rivalitas negatif. Tumbal korban rivalitas yang berpotensi menghilangkan nyawa orang,” ungkapnya, Kamis (21/10).

Meski mengutuk keras insiden tersebut, di sisi lain Gilang menyatakan bahwa ada pelajaran berharga dari insiden tersebut yang bisa dipetik. 

“Kami dari Arema FC sangat mengutuk perbuatan oknum suporter itu. Namun kami ikhlas seikhlas-ikhlasnya agar ini menjadi tragedi terakhir dan menjadikan pelajaran berharga bagi semua pengelola klub sepak bola dan suporter untuk mengakhiri saling dendam dan saling serang," paparnya.


Ia bahkan menegaskan bila timnya rela dianggap sebagai martir dan harus berkorban, lalu berharap kejadian serupa tidak terulang lagi.


"Kami sepakat biarlah kami menjadi martir dari segala kejadian yang merugikan sepak bola Indonesia. Kami menerima permintaan maaf official Persebaya kepada kami, dan menyerahkan sepenuhnya pembinaan oknum suporter kepada pihak kepolisian,” katanya. 


“Kami memberikan jalan terbaik agar mengubur dendam demi kompetisi tetap berjalan, dan sepak bola Indonesia berprestasi. Kami ingin oknum pelaku meminta maaf secara terbuka kepada Arema FC dan Aremania, serta Persebaya dan Bonekmania, bahwa tindakannya mencoreng citra kedua klub dan suporter yang kini tengah berbenah seiring dengan kualitas kompetisi yang mulai membaik,” sambung Gilang. 

Termasuk lanjut dia, meminta maaf secara terbuka kepada PSSI dan suporter Indonesia bahwa tindakan pelaku mencoreng image sepak bola nasional yang kini sedang berusaha berprestasi di tengah


BERITA TERKAIT