Pekerja Pabrik Asbes Tewas Tergencet Mesin | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Pekerja Pabrik Asbes Tewas Tergencet Mesin

Pekerja Pabrik Asbes Tewas Tergencet Mesin Seorang karyawan pabrik Asbes PT. Indostar Building Material, di Singosari, Kabupaten Malang tewas tergencet mesin.(ist)

Klikapa.com -Nahas menimpa seorang karyawan PT. Indostar Building Material Jalan Rogonoto, Desa Tamanharjo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Ia mengalami kecelakaan kerja yang berujung pada kematiannya, Senin (15/11/2021). 

Informasi di lapangan, korban tewas lantaran tubuhnya tergencet mesin pembuatan asbes.


Korban diketahui berinisial MFR, 22, warga Kecamatan Singosari. Kasus kecelakaan kerja ini sedang ditangani Satreskrim Polres Malang. Polisi tengah menyelidiki untuk mengungkap penyebab sekaligus kronologis kejadiannya.


Keterangan di lapangan, peristiwa ini terjadi saat pabrik sedang berproduksi dan menuju peralihan shift. Hanya seperti apa kronologisnya, tak satupun pekerja yang mau bercerita.


"Kalau informasi mengenai kecelakaannya saya tidak tahu. Kemarin (Senin, 15/11) memang ada polisi saat saya masuk kerja ganti shift," kata salah seorang pekerja yang tak berkenan disebutkan namanya. 


Zainuddin, warga yang rumahnya tak jauh mengaku pabrik asbes itu kerap menutupi informasi kejadian dari dalam pabrik. Bahkan para karyawan jarang mengetahui. 


"Memang sering didatangi polisi beberapa kali, warga tahunya kalau di pabrik bukan kali pertama terjadi kecelakaan kerja, namun cenderung ditutupi," tutur Zainuddin. 


Kanitreskrim Polsek Singosari Iptu Supriyono dikonfirmasi membenarkan. "Betul, kejadian Senin (15/11) sekitar pukul 10.00. Namun kasusnya ditangani Polres Malang," jawabnya singkat. 


Sementara Kasatreskrim Polres Malang Donny Kristian Bara'langi menyebutkan sejumlah saksi sedang dimintai keterangan.  

"Diduga kecelakaan kerja. Kasusnya sedang kita tangani dengan meminta keterangan saksi serta memaksimalkan olah TKP," terang Donny. 

Namun Donny mengaku masih mendalami kasusnya, karenanya belum bisa merincikan bagaimana kejadian yang sebenarnya.

“Kami masih dalami kronologisnya. Kita maksimalkan penyelidikan dan menggali informasi,” paparnya.(tyo/agp)
 


BERITA TERKAIT