Kasus Korupsi Bansos Keluarga Harapan Dilimpahkan ke Kejaksaan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Kasus Korupsi Bansos Keluarga Harapan Dilimpahkan ke Kejaksaan

Kasus Korupsi Bansos Keluarga Harapan Dilimpahkan ke Kejaksaan Tersangka kasus korupsi bansos PKH ketika digelangdang petugas Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang.(ist)

Klikapa.com -Kasus penyalahgunaan dana bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang dilimpahkan ke Kejaksaan. Jaksa Penuntut Umum pun segera memeriksa berkasnya sebelum dinyatakan lengkap atau P21.

Kasi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Malang Agus Hariyono mengatakan, Penny tersangka dugaan korupsi pengelolaan uang bantuan PKH di Desa Sidorejo dan Desa Kanigoro Kecamatan Pagelaran pada tahun 2017-2020. 

“Nilai kerugian negara atas kasus ini sebesar Rp 516,6 juta,” ucapnya ketika dikonfirmasi, Jumat (26/11).

Setelah dilakukan pemeriksaan, lanjut Agus, penahanan tersangka dititipkan di rutan Mapolres Malang. Penny akan ditahan selama 20 hari, sebelum perkaranya dinyatakan P-21 dan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya.

“Alasan penahanan secara objektif berdasarkan dugaan pelanggaran yang dilakukan, dikhawatirkan melarikan diri, mengulangi perbuatannya dan menghilangkan barang bukti," jelas Agus. 

Terpisah, Kuasa Hukum Penny Tri yakni Didik Lestariyono mengatakan pihaknya menunggu hingga kasusnya di limpahkan ke Pengadilan.

"Kita nunggu dilimpahkan ke pengadilan, baru nanti kita ajukan pembelaan dengan menghadirkan saksi meringankan," kata Didik. 

Sebelumnya, Satreskrim Polres Malang menetapkan tersangka kasus penyalahgunaan dana bantuan sosial PKH di Kecamatan Pagelaran. Tersangkanya Penny Tri Herdhiani, 28, warga Perumahan Joyogrand Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Tersangka merupakan pendamping program bantuan sosial.

Dari hasil penyelidikan tersangka menyalahgunakan dana bantuan PKH kepada 37 KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Modusnya dengan menahan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) hingga melakukan pengurangan bantuan. 

Sebanyak 16 KPM tidak diberikan KKS, 17 KKS diketahui telah meninggal dunia dan KKS nya tidak diserahkan serta 4 KKS hanya diberikan sebagian.

Tersangka mengaku melakukan itu membiayai orang tuanya yang menderita diabetes. Selain itu juga digunakan membeli beberapa peralatan elektronik dan keperluan pribadi.(tyo/agp)
 


BERITA TERKAIT