Waspada! Perampasan Modus Menuduh Korban Melakukan Penganiaan di Alun-alun Malang | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Waspada! Perampasan Modus Menuduh Korban Melakukan Penganiaan di Alun-alun Malang

Waspada! Perampasan Modus Menuduh Korban Melakukan Penganiaan di Alun-alun Malang Waspada Alun-alun Merdeka Malang tempat penjahat cari sasaran korban.(ist)

Klikapa.com -Waspada! Kasus perampasan dengan modus menuduh korban melakukan penganiayaan kambuh lagi di Kota Malang. Pelaku mencari target di sekitar Alun-alun. Radit, 20, warga Kelurahan Gadang Kecamatan Sukun, menjadi korbannya, Sabtu (4/12) lalu.

Akibatnya, HP merek Vivo Y20 miliknya dibawa kabur pelaku. Kasus ini sedang ditangani Polresta Malang Kota. Polisi kini sedang melakukan penyelidikan.

Menurut Radit, kejadian yang dialami, saat ia bermain di sekitar Alun-alun Kota Malang. Sabtu pagi itu ia bersepeda berangkat dari rumahnya menuju Alun-alun Merdeka Kota Malang. 

Karena kelelah, bersama temannya ia lalu istirahat dan duduk di bangku. Tak lama kemudian, sekitar pukul 06.00 ada dua orang tiba-tiba menghampirinya. 

Dengan nada tinggi mereka menuduh korban melukai adiknya. Meski mengelak, namun pelaku memaksa korban untuk bertanggungjawab.

“Mereka lalu minta HP untuk jaminan supaya saya mau ikut. Selanjutnya saya dipaksa naik mobil untuk diajak bertemu dengan adiknya,” ucap Radit.

Lantaran takut dengan ancaman pelaku, korban menuruti. Kemudian korban dibawa ke Jalan Sulawesi Kota Malang. 

“Setiba di Jalan Sulawesi mereka meminta saya turun. Mereka lalu berdalih akan memanggil adiknya dan saya diminta turun,” tuturnya sembari mengku kalau dia tidak berpikiran dengan HP miliknya.

Setelah sekitar setengah jam ditunggu, pelaku tidak datang. Saat itulah korban sadar telah menjadi korban perampasan. Ia pun pulang ke rumah dengan meminta tolong warga sekitar. Ia juga melaporkan kejadian itu ke Polresta Malang Kota.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo mengaku sudah menerima laporannya. 

"Saat ini kami masih menyelidiki dengan mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti. Kami imbau masyarakat tidak mudah percaya, dan selalu mengajak orang apabila didesak orang tak dikenal, untuk mengantisipasi tindak kejahatan terjadi,” papar Tinton.(rex/agp)
 


BERITA TERKAIT