Pabrik Pengolahan Karet di Kota Malang Terbakar | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Pabrik Pengolahan Karet di Kota Malang Terbakar

Pabrik Pengolahan Karet di Kota Malang Terbakar Petuas PMK Kota Malang saat berupaya memadamkan api yang membakar pabrik pengolahan karet.(ist)

Klikapa.com -Pabrik pengolahan karet di Jalan Simpang LA Sucipto, Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing, Kota Malang berbakar Jumat (10/12) sore. 

Tidak ada korban jiwa  dalam peristiwa itu. Namun setidaknya kerugian yang diderita CV Anugrah Bumi Sejahtera, mencapai ratusan juta.

Kebakaran itu, menghanguskan tempat produksi karet yang berada di bagian belakang pabrik. 

Rico, 33, salah satu saksi mengatakan, api diketahui sekiar pukul 15.30. Informasi yang ia terima dari pekerja pabrik, sumber api berasal dari tetesan bahan baku karet. Tetesan karet itu lalu mengenai tungku oven.

“Kemudian api langsung membesar. Karyawan pabrik sempat mencoba memadamkan pakai APAR (Alat Pemadam Api Ringan), tetapi api sudah terlanjur membesar dan sulit dipadamkan," ujar Rico. 

Panik dengan kobaran api yang semakin besar, semua karyawan langsung berusaha menyelamatkan diri. Mereka berlarian keluar pabrik dan meminta bantuan warga. 

Mandor pabrik, juga langsung menghubungi UPT Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Malang dan Polsekta Blimbing. 

Kapolsekta Blimbing AKP Yanuar Rizal menuturkan, dugaan sementara kebakaran akibat tetesan bahan baku karet yang sedang proses masak. Bahan tersebut tak sengaja menetes ke tungku oven tempat bahan karet, hingga memunculkan kobaran api. 

"Api mulai terlihat membesar sekitar pukul 16.00. Kobaran api menyambar ke beberapa benda yang mudah terbakar,” katanya.

Enam armada PMK Kota Malang tiba di lokasi sekitar pukul 16.30. Dibantu warga petugas lalu berusaha memadamkan api. Setelah berjuang hampir sekitar satu jam, api berhasil dipadamkan. 

Tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka dalam peristiwa itu. Namun kerugian ditafsir mencapai Rp 500 juta
.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran karena tetesan bahan baku karet yang dimasak. Namun kami tetap menyelidikinya dengan meminta keterangan saksi karyawan pabrik,” paparnya.(rex/agp)
 


BERITA TERKAIT