Dua Warung Penjual Daging Anjing Diminta Hentikaan Usahannya sebelum Disanksi | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Dua Warung Penjual Daging Anjing Diminta Hentikaan Usahannya sebelum Disanksi

  • 19-01-2022 penulis : muhaimin
  • dibaca :1365
Dua Warung Penjual Daging Anjing Diminta Hentikaan Usahannya sebelum Disanksi Warung menyedia menu daging anjing yang diminta menghentikan usahanya oleh Satpol PP Kota Malang,(ist)

Klikapa.com -Susul larangan memperdagangkan anjing untuk dikonsumsi dagingnya, Satpol PP Kota Malang merazia dua warung yang biasa menjual masakan daging anjing. 

Dua warung yang ada di Jalan Juwet dan di Jalan Simpang Bondowoso Kecamatan Klojen itu diminta tidak lagi mengolah daging anjing. Peringatan itu diberikan sebelum kedua warung itu disanksi.


Sanksi terguran itu  diberikan Satpol PP kepada pengelola warung. Itu dilakukan lantaran sanksi terhadap larangan menjual olahan daging anjing belum ada.

"Saat ini, penindakan yang kita lakukan menunggu regulasi yang ada. Apabila nantinya ditemukanadanya rumah produksi daging anjing, akan kami serahkan ke Polresta Malang Kota," kata Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang Rahmat Hidayat.


Menurutnya, kedua pemilik usaha olahan daging anjing siap mengganti menu makanan yang dijajakan. 

"Dari dua warung makan yang kami sidak, yang pertama mereka mengakui menjual daging anjing, tetapi seminggu lalu. Sedangkan untuk warung makan yang kedua, mereka berjanji hanya menghabiskan stok daging anjing yang ada saat ini," bebernya.

Hidayat pun menyebutkan jika pemilik warung itu juga sudah membuat pernyataan untuk tidak menjual dan menyediakan menu daging anjing lagi.

"Mereka (pengelola warung makan) bersedia menghentikan penjualan makanan yang berasal dari daging anjing," tambahnya.

Larangan menjual dan mengolah daging anjing itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang No 5 Tahun 2022 tentang Pengendalian Peredaran dan Perdagangan Daging Anjing yang dikeluarkan 17 Januari 2022. (rex/aim)
 


BERITA TERKAIT