Belajar dari Youtube, Remaja Turen Jadi Curanmor | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Belajar dari Youtube, Remaja Turen Jadi Curanmor

Belajar dari Youtube, Remaja Turen Jadi Curanmor Tersangka curanmor dan barang bunti motor yang telah dibawa kabur.(ist)

Klikapa.com -Seorang remaja warga Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang ditangkap setelah melakukan pencurian motor (Curanmor). Sedikitnya 4 TKP yang dilakukan remaja bernama Mohammad Arifin itu. 


Kini polisi sedang mendalami kasusnya. Tersanga juga sudah diamankan di Mapolsek Turen.

Tersangka ditangkap setelah sempat menjadi buronan. Persebunyiannya berhasil diendus petugas setelah polisi menerima informasi adanya penjualan motor bodong di tempat jual beli rongsokan di Kecamatan Gondanglegi.

“Dia (tersangka) kami tangkap ketika sedang nongkrong di warung kopi tidak jauh dari rumahnya. Sewaktu diamankan tersangka mengakui dan tidak melakukan perlawanan,” kata Kapolsek Turen Kompol Suko Wahyudi, Jumat (28/1).

Dalam pemeriksaan, remaja lulusan SMA ini, mengaku tidak hanya sekali mencuri. Ia mengaku sudah empat kali beraksi. Semua sasarannya motor milik petani yang di parkir di pinggir sawah.

Ia mengaku saat mencuri hanya berbekal gunting serta obeng. Cara mencuri ia pelajari di TouTube. Sekali beraksi waktu yang dibutuhkan kurang dari lima menit. Terakhir aksinya mencuri motor Honda N-3194-VE.

Motor tersebut diketahui milik Khosiali, warga Kecamatan Turen. Pencuriannya terjadi 5 Januari 2022 lalu di area persawahan Desa Talangsuko Kecamatan Turen. Motor tersebut kemudian dibawa kabur dan dijual ke tukang rongsokan.

“Kami menerima laporan pencurian terakhir tanggal 12 Januari 2022. Dan tersangka mengaku motor curian dijual mulai Rp 250 ribu sampai Rp 750 ribu,” ujar Suko.

Uang hasil penjualan motor curian, lanjut Suko diakui habis digunakan untuk foya-foya. Salah satunya digunakan untuk memuaskan nafsunya dengan menyewa pekerja seks komersial (PSK). 

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," paparnya.(tyo/agp)
 


BERITA TERKAIT