ITD Airlangga; Kota Malang Tertinggi Penyebaran Omicron di Jatim | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

ITD Airlangga; Kota Malang Tertinggi Penyebaran Omicron di Jatim

  • 03-02-2022
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2124
ITD Airlangga; Kota Malang Tertinggi Penyebaran Omicron di Jatim ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Kota Malang menjadi penularan virus Covid-19 varian Omicron tertinggi di Jawa Timur (Jatim). Mengutip data yang dirilis Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga Surabaya, ada 22 kasus Omicron di kota ini.

Masih menurut ITD Universitas Airlangga, hingga 28 janunari 2022, telah ditemukan 108 kasus Covid-19 varian Omicron di Jatim, dengan lonjakan terakhir sebanyak 82 kasus. Seluruh kasus itu ditemukan dalam sampel yang berasal dari pasien di 13 kabupaten/kota.

Dari 82 kasus terbaru, ada 31 di antaranya berasal dari Kota Surabaya. Urutan kedua tertinggi Kota Malang dengan 22 kasus. Sisanya tersebar, di antaranya, di Sidoarjo (5), Gresik (5), Kabupaten Madiun (5), Kabupaten Malang (5), dan Kabupaten Pasuruan (4).

Sedangkan dari total 108 orang yang sudah terkonfirmasi positif varian Omicron, sebanyak 47,2 persen telah dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi. 

"Sedangkan 52,8 persen lainnya masih menjalani isolasi dengan kondisi mayoritas tanpa gejala atau gejala ringan," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Erwin Astha Triyono, Rabu (2/2).

Ia juga menjelaskan, sekitar 63 persen warga terinfeksi Omicron adalah mereka yang sudah divaksin lengkap dua dosis dan tidak bergejala sampai bergejala ringan. 

"Artinya dengan vaksinasi dapat mengurangi tingkat keparahan akibat Covid," ucap dia.

Erwin menyebtukan Pemprov Jatim telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah Omicron semakin meluas. Mulai dari pengawasan ketat Covid-19, termasuk dengan mengintensifkan pemeriksaan dan pelacakan kontak erat untuk deteksi dini kasus.

Termasuk terus berkampanye untuk protokol kesehatan dengan pendekatan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan). Berikutnya, pengoptimalan pelaksanaan 3T (testing, tracing, treatment). 

"Serta mengoptimalkan pelaksanaan surveilans aktif, utamanya pada pembelajaran tatap muka terbatas sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan," tuturnya.

Pemprov  Jatim juga menjalin kerja sama dengan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) dan ITD Unair


BERITA TERKAIT