Kasus Penganiayaan Karangploso Viral di Medsos, Pelaku Minta Maaf, Kasusnya Damai | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Kasus Penganiayaan Karangploso Viral di Medsos, Pelaku Minta Maaf, Kasusnya Damai

Kasus Penganiayaan Karangploso Viral di Medsos, Pelaku Minta Maaf, Kasusnya Damai Tangkapan video amatir kasus penganiayaan di Karangploso, kekasih terhadap pacarnya.(ist)

Klikapa.com -Kasus penganiayaan seorang pria terhadap wanita yang sempat viral videonya di media sosial (Medsos), beberapa waktu lalu berakhir damai. Pihak keluarga kedua remaja itu telah membuat kesepakatan damai dan tak melanjutkan ke jalur hukum.


Kapolsek Karangploso AKP Syamsul Hidayat membenarkan jika kasus itu telah berdamai antara keluarga korban dan pelaku. 


"Korban tidak melapor dan menuntut. Sebab antara korban dengan pelaku saling kenal. Keduanya ada hubungan kekasih," kata Syamsul Hidayat, Selasa (22/2).


Pelaku menurutnya, diketahui bernama Ciko Sandy Amirulloh, 20, warga Dusun Sekarputih Kelurahan Pendem Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Sedangkan korbannya, Efi Yuliandari, 24, warga Desa Langlang Singosari, Kabupaten Malang.


Menurutnya, keluarga pelaku telah meminta maaf dan berjanji akan membuat video klarifikas sekaligus permintaan maaf di media sosial. 


Disebutkan penganiayaan itu terjadi pada Minggu (20/2) sekitar pukul 17.00. Kejadiannya di Jalan Anggrek Desa Donowarih Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.


Penganiayaan itu terekam video amatir warga. Kemudian tersebar di salah satu grup Facebook hingga menjadi viral. Tampak dalam video itu, Ciko menganiaya Efi yang duduk di atas motor.


Ciko terekam melayangkan beberapa tamparan ke arah wajah korban. Pelaku juga sempat merampas ponsel milik korban. Mereka ini diketahui sebagai sepasang kekasih. Aksi penganiayaan diduga pelaku cemburu.


Menurut Syamsul, perdamaian antara keluarga korban dan pelaku itu terjadi setelah video penganiayaan itu viral.  Korban juga tidak melapor kasusnya ke polisi. Namun karena sudah menjadi soarotan publik, kedua belah pihak diminta datang ke polisi.

"Pelaku meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi. Serta telah membuat video klarifikasi dan permohonan maaf kepada keluarga dan masyarakat pada umumnya," terang Syamsul.(tyo/agp)
 


BERITA TERKAIT