Kemenkes Sebut Bisa Saja Ada Vaksinasi Covid-19 ke 4 | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Kemenkes Sebut Bisa Saja Ada Vaksinasi Covid-19 ke 4

  • 23-02-2022
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1635
Kemenkes Sebut Bisa Saja Ada Vaksinasi Covid-19 ke 4 ilustrasi.(dok.liputan6)

Klikapa.com -Kementrian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan ada peluang Indonesia memberlakukan vaksinasi virus corona atau covid-19 lanjutan atau booster ke empat. Ini didasari jika studi analisis mendatang menunjukkan bukti empiris.

Meski begitu menurut Wakil Kemenkes Dante Saksono Harbuwono yang mengatakan itu, kebijakan suntikan vaksin Covid-19 dosis keempat tidak akan diberlakukan dalam waktu dekat. Pasalnya pemerintah masih fokus menyelesaikan program vaksinasi primer dosis satu dan dua yang dijadwalkan rampung Juni 2022 dan melakukan program vaksinasi booster suntikan ketiga.

"Kalau nanti diperlukan dengan studi yang terus kita evaluasi ternyata kita butuh booster keempat, bukan tidak mungkin booster keempat itu perlu dilakukan. Tetapi sekarang yang mesti kita kejar adalah bahwa kita mesti melakukan equal policy," kata Dante dalam acara daring, Rabu (23/2).

Dante mengingatkan masih terdapat sejumlah warga yang belum menerima vaksin dosis kedua bahkan dosis pertama. 

Capaian vaksinasi per Rabu (23/2) pukul 12.00 WIB, sebanyak 190.092.902 orang telah menerima suntikan dosis pertama. Sementara itu, 141.806.330 dosis orang juga telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin.

Target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang sudah menyentuh 91,27 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 68,09 persen.

Ia juga menambahkan bahwa program booster diberikan dengan tujuan proteksi tambahan usai hasil studi menunjukkan bahwa selama masa 3-6 bulan pasca menerima vaksinasi primer, proteksi yang didapatkan warga menurun.

"Setelah vaksinasi primer lengkap, kemudian kita targetkan selesai bulan Juni. Kemudian kita evaluasi dengan uji klinik, epidemiologi, [apakah] kita memerlukan booster keempat. Bukan tidak mungkin booster keempat itu diperlukan, tapi bukan sekarang waktunya melakukan booster yang keempat," ujarnya.
 


BERITA TERKAIT