Kota Malang Tetap Gunakan Vaksi Kadaluarsa | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Kota Malang Tetap Gunakan Vaksi Kadaluarsa

Kota Malang Tetap  Gunakan Vaksi Kadaluarsa Kota Malang tetap gunakan vaksi AstaZeneka kadaluarga untuk dosis ketig atau booster.(ist)

Klikapa.com -Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang akan tetap menggunakan vaksin AstraZeneka yang diketahui telah kadaluarga. Penggunaan itu dinyakini aman dan akan digunakan untuk vakasinsi dosis ke 3 atau booster.


Diketahui, sebanyak 2.500 dosis vaksin sudah habis batas waktu pemakaiannya atau kedaluwarsa ada di Kota Malang.  Vaksi covid-19 jenis AstraZeneca ini diketahui kedaluwarsa per 28 Februari 2022 lalu.  

Dinkes meminta warga tidak perlu khawatir. Pasalnya dijamin keamanan penggunaan dosis vaksin yang sudah selesai batas waktu pemakaian itu.

Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif  menyebut kedaluwarsa itu sudah digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi di klinik-klinik, rumah sakit dan puskesmas di kota ini. 

“Jadi vaksin untuk booster yang kemarin kan expired date (ed) 28 Februari. Nah kemudian ada kebijakan dan turun rekomendasi dari Kemenkes dan ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) bahwa vaksin yang ed 28 Februari 2022 itu masih bisa diperpanjang masa penggunaannya sampai satu bulan," jelas Husnul.
 
Mantan Direktur RSUD Kota Malang ini jaminan keamanan penggunaan vaksin yang expired pada 28 Feberuari, aman. Sebab sudah mendapat izin dan rekomendasi langsung dari Kemenkes. Apalagi sudah melalui uji coba, penelitian dan proses yang dibutuhkan. 

Menurutnya di Kota Malang, kebutuhan vaksin khususnya booster perlu ditingkatkan. Karena sebelumnya dianggap lambat. 

Husnul menuturkan, vaksinasi masyarakat umum di kota ini dosis satu telah mencapai 115 persen. Sedangkan dosis kedua sebanyak 110 persen, dosis tiga atau booster masih 19 persen. 

Vaksinasi lansia kini mencapai 69 persen untuk dosis satu dan dosis dua sebesar 67 persen. Lalu dosis tiga atau booster lansia masih sembilan persen. 

"Kita saat ini menunggu dari kementerian dan provinsi (droping vaksin). Kita hanya punya AstraZeneca, karena vaksin lain belum didistribusi atau didrop," jelas Husnul.(ica/van)
 


BERITA TERKAIT