Pantau Prostitusi Online, Wali Kota Malang Perintahan Camat - Lurah Instal Aplikasi Michat | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Pantau Prostitusi Online, Wali Kota Malang Perintahan Camat - Lurah Instal Aplikasi Michat

  • 15-03-2022
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1782
Pantau Prostitusi Online, Wali Kota Malang Perintahan Camat - Lurah Instal Aplikasi Michat ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Wali Kota Malang, Sutiaji perintahkan seluruh camat hingga lurah di wilayahnya untuk menginstal aplikasi MiChat. Perintah ini disampaikan agar ara jajarannya dapat memantau praktik prostitusi online.

Instruksi itu disampaikan Sutiaji saat memimpin apel pagi di halaman Balai Kota Malang, Senin (14/3/2022). 

Dalam arahannya, Sutiaji menilai Malang Kota saat ini dalam kondisi darurat prostitusi online.

Darurat prostitusi, kata dia, dibuktikan dengan beberapa kali dalam sebulan terakhir Satpol PP melakukan penindakan. Sutiaji menyebut ada sejumlah tempat yang ditindak hingga mengamankan belasan perempuan yang terlibat praktik prostitusi online di wilayah Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

"Ini bukan memantau ASN, melainkan wilayah masing-masing. Karena kemarin, ada belasan orang diamankan oleh Satpol PP di wilayah Tlogomas, Dinoyo," kata dia, Selasa (15/3).

Menurut Sutiaji, praktik prostitusi online kian marak di Kota Malang, bahkan melibatkan anak-anak di bawah umur. Dalam penindakan, Satpol PP mengundang orang tua saat sidang Tipiring untuk memberikan efek jera.

"Kalau dulu ada lokalisasi dan telah ditutup. Sekarang marak dan bisa ada di mana-mana. Ini tidak bisa dipungkiri, dan warning bagi semua," pungkasnya.

Sutiaji mengatakan camat dan lurah harus bertanggung jawab atas wilayahnya dalam memberantas prostitusi. Dia menyebut MiChat yang biasa digunakan sebagai sarana transaksi harus dipantau demi stabilitas wilayahnya.

"Pantauan aplikasi yang diduga menjadi sarana transaksi prostitusi online, bukan untuk kepentingan pribadi ASN. Tapi untuk menjaga stabilitas wilayahnya," tegas Sutiaji.(cnn)
 


BERITA TERKAIT