22 Pelaku Prostitisi Disidang Tipiring, Didenda Rp250 Ribu | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

22 Pelaku Prostitisi Disidang Tipiring, Didenda Rp250 Ribu

  • 23-03-2022 penulis : Mahmudi
  • dibaca :4665
22 Pelaku Prostitisi  Disidang Tipiring, Didenda Rp250 Ribu Para pelaku prostitusi diganjar denda Rp 250 ribu, di Kota Malang.

Klikapa.com- Sebanyak 49 orang menjalani sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Lantai 4 Gedung Mini Block Office Kota Malang, Rabu (23/3) pagi. Dari jumlah itu, 22 orang di ataranya melakukan pelanggaran tentang Tempat Pelacuran dan Perbuatan Cabul. Mereka dihukum dengan Rp250 ribu.
 
Sidang tersebut dilaksanakan bersama antara Pengadilan Negeri Kelas IA Malang, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang dan Satpol PP Kota Malang. 

Menurut Kasi Intelijen Kejari Kota Malang, Eko Budisusanto, ada 68 berkas perkara yang disidangkan kasus Tipiring itu. Totalnya ada 49 orang pelaku. 

Para pelanggar itu terdiri, dua pelanggar Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) sebanyak 12 pelanggar Izin Reklame, dua pelanggar terkait izin distibusi dan penjualan minuman beralkohol (minol). 

Selain itu, 10 pelanggar Pendisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19, satu pelanggar Ketertiban Umum dan Lingkungan. 

"Sisanya tercatat sebanyak 22 pelanggar perkara Tempat Pelacuran dan Perbuatan Cabul. Sementara untuk pelanggaran Pelanggaran SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan Pelanggaran Pengelolaan Tempat Parkir belum ada pelanggar," bebernya. 

Dari hasil sidang tersebut terkumpul Rp 12,2 juta dari denda yang dibayarkan para pelaku. Rinciannya, denda pelanggaran peraturan daerah (Perda) jumlah Rp 10,7 juta dan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) berjumlah Rp 1,5 juta.

Mantan Kasi Pidum Kejari Tanjung Perak itu menyebut untuk perkara prostitusi, para pelaku dihukum denda yang sama, yakni sebesar Rp 250 ribu. 

"Denda itu merupakan keputusan hakim Pengadilan Negeri Malang. Dari penuntut umum, tanggung jawab kami adalah melaksanakan putusan tersebut, termasuk hukuman denda yang dijatuhkan," terangnya.

Ia berharap masyarakat di Kota Malang lebih menyadari dan melek aturan hukum. Sehingga apa yang dilakukan tidak sampai menyebabkan sanksi hukum baik Tipiring atau pidana lainnya. (rex/udi)
 


BERITA TERKAIT