Kejari Endus Ada Korupsi dan Pungli di 2 Lembaga Pendidikan di Kota Malang | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Kejari Endus Ada Korupsi dan Pungli di 2 Lembaga Pendidikan di Kota Malang

  • 28-03-2022
  • Editor :junaedi
  • dibaca :8937
Kejari Endus Ada Korupsi dan Pungli di 2 Lembaga Pendidikan di Kota Malang Kasi Pidsus Kejari Kota Malang Dino Kriesmiardi didampingi Kasubsi Penyidikan Seksi Pidsus Kejari Kota Malang, Boby Ardirizka Widodo

Klikapa.com -Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang kini sedang melakukan penyelidikan kasus dugaan tidak pidana korupsi di dua lembaga di jenjang yang berbeda. Salah satunya  Perguruan Tinggi Negeri (PTN). 


Kasi Pidsus Kejari Kota Malang Dino Kriesmiardi mengatakan, untuk yang PTN kasusnya sudah Pulbaket. Kini sedang dikoordinasikan dengan kepada Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Itjen Kemendikbudristek). 


"Dari pulbaket yang kami laksanakan, PTN tersebut ditengara telah melakukan penyimpangan administrasi yang dilakukan oleh universitas. Dari penyimpangan administrasi itu, kami belum menemukan adanya kerugian keuangan negara," katanya saat memberi keterangan pers, Senin (28/3/2022). 


Karenanya katanya melanjutkan, pihaknya telah melimbahkan kasusnya ke Itjen Kemendikbudristek. Ini bertujuan untuk dilakukan pengecekan, dan apabila memang ada unsur perbuatan melawan hukum, maka akan ditangani lagi oleh Kejari. 


"Apabila nantinya penyimpangan admimistrasi tersebut tidak ada unsur perbuatan melawan hukum dan tidak menimbulkan kerugian keuangan negara. Perkaranya bisa ditangani langsung oleh mereka (Itjen Kemendikbudristek),'' paparnya. 


''Kami juga sudah melakukan klarifikasi terhadap lebih dari 15 orang, termasuk pejabat di kampus yang bersangkutan," terang tanpa merinci kasusnya.


Sedangkan satu lembaga pendidikan lagi, pihaknya masih mengumpulkan keterangan sekaligus data untuk indikasi tipikor di lingkungan lembaga pendidikan formal di Kota Malang itu. 


Dino Menyebutkan, kasus yang dilembaga pendidikan terakhir, jumlahnya tidak terlalu besar, tetapi ini sudah dilakukan berulang kali. 


"Saat ini tahapannya sudah kami naikkan menjadi penyelidikan. Dan sudah ada delapan orang saksi yang telah dimintai keterangan. Sementara untuk nominal kerugian di kisaran angka Rp 300 juta, dan sangat memungkinkan untuk bertambah," ujar Dino.


Untuk dugaan perkaranya yakni pungutan liar (pungli), penyalahgunaan wewenang dan penyalahgunaan pengelolaan anggaran. 

"Kami telah melakukan koordinasi dengan pemangku kebijakan terkait lembaga pendidikan tersebut. Yakni Dinas Pendidikan Kota Malang. Namun untuk lebih jelasnya, kami masih dalam proses pengembangan," tutupnya.


BERITA TERKAIT