Anak Penjual Kopi Ketan di Batu Dianiaya Kelompok Geng Motor di Kota Batu | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Anak Penjual Kopi Ketan di Batu Dianiaya Kelompok Geng Motor di Kota Batu

Anak Penjual Kopi Ketan di Batu Dianiaya Kelompok Geng Motor di Kota Batu Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Yussi Purwanto saat mendatangi rumah korban RY dan meminta keterangan ikhwal peristiwa kekerasan yang terjadi di Jalan Brantas, Kota Batu.

Klikapa.com -Polres Kota Batu masih melakukan penyelidikan ikhwal kasus penganiayaan yang diduga kelompok geng motor. Peristiwa itu sebelumnya sempat viral di media sosial (Medsos) Facebook.

Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Yussi Purwanto mengaku kasus ini sedang ditangani. Pihaknya juga sudah meminta keterangan korban berinisai RY, Senin (11/4/2022). Petugas yang datang ke rumah korban.

Menurut Yussi,  korban telah menceritakan semua kejadiannya. Dalam peristiwa itu, bahkan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Polisi pun telah  meminta visum korban atas kejadian itu sebagai bahan  penyidikan nantinya.

"Menindaklanjuti tindak kekerasan yang terjadi ini kami melakukan penyelidikan. Kami belum bisa berikan keterangan lebih jauh sampai mengumpulkan bukti-bukti," terangnya. 

Sebelumnya, video kekerasan itu viral setelah Sulis, salah satu saksi mengunggah dua video berdurasi 1 menit 6 detik dan satu video lagi berdurasi 2 detik di grup facebook Rembung Online Kota Batu.  

Sulis menyebutkan kejadian itu di Jalan Brantas, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. Kelompok geng motor itu tak diketahui identitasnya. Mereka datang dari arah perempat BCA sekitar pukul 01. 00 WIB Senin (11/4) dini hari. 

"Ada gerombolan sepeda motor sekitar 15 orang. Mereka menggeber-geber gas motornya saat melintas Jalan Brantas," kata Sulis kepada media. 

Menurut Sulis, tanpa diketahui sebabnya, korban dipukuli oleh gerombolan anak muda motor itu. Korban adalah RY, anak Zainal Abidin yang saat itu berjualan di Jalan Brantas. 

RY pun menceritakan jika saat itu dirinya sedang bersama kedua orang tuanya berjualan ketan dan kopi. Saat sedang duduk tiba-tiba datang gerombolan sepeda motor yang menggeber gas dan mengeluarkan suara keras.

Kaget dengan suara raungan motor, korban spontan menyebutkan 'Jancuk'. Diduga karena umpatan itu didengar kelompok pemotor itu, korban pun didatangi mereka dan dianiaya.

"Mereka datang langsung memukul saya. Saya dikeroyok dan dipukul bagian kepala, dada, perut dan kaki," kata korban.

Melihat anaknya, orang


BERITA TERKAIT