Nongkrong di Kayutangan Heritage, Jadi Korban Penipuan dengan Kedok Penganiayaan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Nongkrong di Kayutangan Heritage, Jadi Korban Penipuan dengan Kedok Penganiayaan

Nongkrong di Kayutangan Heritage, Jadi Korban Penipuan dengan Kedok Penganiayaan Nongkrong di Kayutangan Heritage, menjadi korban penipuan.(ist)

Klikapa.com - Kumat. Aksi kejahatan penipuan berkedok penganiayaan terhadap keluarga korban di Kota Malang. Kali ini korbannya DS, 40, warga Kelurahan Tunjungsekar Kecamatan Blimbing. Ia ditipu saat asik nongkrong di kawasan Kayutangan Heritage, Minggu (15/5). 

Berdasarkan penuturan saksi Giman, 56, warga sekitar mengatakan ini memang bukan kali pertama. Seperti yang terjadi pada DS, yang diketahuinya dari informasi warga sekitar. 

"Jadi saat itu informasinya sekitar pukul 02.00 ada beberapa orang yang sedang nongkrong di koridor kawasan Kayutangan Heritage. Kemudian, ada dua orang yang datang ke mereka, salah satunya dituduh telah memukuli adiknya dan pelaku ini minta korban tanggung jawab," jelasnya. 

Tidak lama kemudian, sekitar pukul 02.30 perbincangan berakhir dengan DS yang diketahui menuruti perkataan dari pelaku untuk bertemu dengan adiknya. Akan tetapi sebelumnya ia diminta untuk memberikan handphone miliknya ke salah satu teman pelaku. 

"Korban ini kemudian dibawa ke daerah Stasiun Malang Kota Baru. Saat di sana, korban diturunkan dan pelaku berkata akan membawa adiknya untuk dilihatkan kepada korban," jelasnya. 

Setelah korban turun, pelaku sudah bersiasat untuk merampas hp milik korban yang dititipkan ke rekannya sebelum pergi dengan pelaku. 

"Saat tiba di lokasi awal bertemu, HP tersebut diminta pelaku. Bilangnya akan ditunjukkan ke adiknya dan ke korban yang sudah berangkat terlebih dahulu," imbuhnya. 

Karena menunggu lama pelaku tak muncul dan tidak ada H, korban kembali ke tempat teman-temannya. Korbanpun menceritakan kepada teman-temannya. Mereka akhirnya menyadari jika telah menjadi korban penipuan. 

Pengakuan korban, pelaku mengambil HP merk Vivo Y93. Akibatnya korban mengaku merugi hingga Rp. 3 juta. 

Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Eko Novianto mengakui telah menerima laporan kasus ini. Dirinya mengimbau masyarakat agar lebih waspada serta tidak mudah percaya dan bertindak sendirian. 

"Saat ini laporan tersebut kami serahkan ke Satreskrim Polresta Malang Kota untuk ditindaklanjuti," tandasnya. (rex/ggs)
 


BERITA TERKAIT