Dua Pelaku Pengeroyokan di Sukun Diganjar Hukuman 11 Bulan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Dua Pelaku Pengeroyokan di Sukun Diganjar Hukuman 11 Bulan

Dua Pelaku Pengeroyokan di Sukun Diganjar  Hukuman 11 Bulan Sidang pengeroyokan yang dilakukan secara online di PN Malang.(ist)

Klikapa.com -Dua pelaku pengeroyokan di Jalan Raya Pelabuhan Tanjung Emas, Kelurahan Bakalankrajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang saat pergantian tahun 2022 lalu diganjar hukuman 11 bulan oleh Majelis Hakim PN Malang, Senin (23/5/2022) sore. 

Kedua terhukum itu adalah Dafit Efendi  dan Widianto bin Senan. Mereka dijatuhi Majelis Hakim yang diketuai hakim Djuanto, penjara selama 11 bulan. Hukuman ini lebih ringan dibandingkan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). PJU menuntu hukuman  penjara selama satu tahun. 

"Keduanya terbukti melakukan kejahatan secara bersama menggunakan kekerasan terhadap orang yang menyebabkan luka-luka. Dengan ini majelis hakim menghukum para terdakwa dengan pidana penjara selama 11 bulan, dikurangi selama masa penahanan terdakwa," kata Djuanto dalam amarnya. 

Atas putusan itu, JPU Suudi, SH, menyatakan pikir-pikir. Sementara, kedua terdakwa menyatakan menerima atas putusan itu. 

"Kami masih pikir-pikir, hal ini karena hukuman yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan kami,'' kata Suudi.

Sikap itu dilakukan lantaran pertimbangan hakim dalam menjatuhkan hukuman hanya karena menyebabkan luka. Sementara pihaknya melihat kasus penganiayaan itu meresahkan masyarakat. 

Dalam kasus ini, kedua terdakwa melakukan penganiayaan terhadap korban Sendik Wibowo. Saat itu kejadiannya Sabtu (1/1) dini hari. Kedua terhukum terlibat cek cok dengan korban. 

Mereka terlihat cekcok lantaran korban memaksa masuk di satu acara yang digelar Senan Arifin ayah dari terhukum Widianto. 

Terhukum menolak korban masuk lantaran kondisi saat itu sedang mabuk. Akhirnya berujung cek cok. Saat itulah terhukum Widianto datang dan bersama Senan, kemudian menghajar korban hingga tersungkur ke saluran gorong-gorong air (got). 

Tidak terima dengan perlakukan itu, korban melaporkan ke Polsekta Sukun. Senin (3/1) siang, kedua terhukum dijemput petugas Polsekta Sukun. Mereka pun dikenai pasal pengeroyokan, Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 351 KUHP. (rex/ggs)


BERITA TERKAIT