Pria Bantur Disergap Petugas Bea Cukai Malang saat Akan Edarkan Rokok Tanpa Cukai | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Pria Bantur Disergap Petugas Bea Cukai Malang saat Akan Edarkan Rokok Tanpa Cukai

Pria Bantur Disergap Petugas Bea Cukai Malang saat Akan Edarkan Rokok Tanpa Cukai Rokok tanpa pita cukai yang diamankan petugas Bea dan Cukai Malang saat akan diedarkan tersangka.(ist)

Klikapa.com -Diduga akan mengedarkan rokok tanpa cukai, seorang pria berinisial ES, 27, warga Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, ditangkap petugas Bea Cukai Malang. Kasusnya kini dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Malang.

"Kami menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Bea Cukai Malang. Kini tersangka dan barang buktinya sedang amankan, untuk penyidikan, '' kata Kasi Intelijen Kejari Kota Malang, Eko Budi Susanto, Kamis (26/5/2022). 

Menurut pria yang akrab disapa Eko ini, pengungkapan kasus itu bermula saat petugas mencurigai ada mobil yang mengangkut puluhan barnang yang dikemas, malam (24/5) lalu.  Saat itu mobil Isuzu Panther itu melintas di Jalan Danau Toba, Kota Malang.

"Saat melintas di jalan tersebut, tersangka dihentikan dan dilakukan penindakan oleh petugas Bea Cukai Malang. Ternyata, di dalam mobilnya ditemukan 12 dus berisi 192 ribu batang rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM) merek New Unggul Exclusive tanpa dilekati pita cukai," rinci Eko.

Rokok itu diduga akan diedarkan ke pasar.  Atas perkara tersebut, tersangka dikenakan Pasal 54 atau Pasal 56 UU No 39 Tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai. 

Ancaman pidananya yakni maksimal 5 tahun penjara dan atau pidana denda paling banyak sepuluh kali nilai cukai yang harus dibayar.

Kejari Kota Malang pun langsung menahan tersangka ES selama 20 hari ke depan. Tersangka ditahan di Rutan Lowokwaru atau Lapas Kelas I Malang.

"Selanjutnya, kami segera melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Kelas I A Malang (PN Malang) untuk segera disidangkan," tandasnya. (ian/ggs)
 


BERITA TERKAIT