Perahu Dihantan Ombak, Nelayan Sitiarjo Tewas di Pantai Jolangkung | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Perahu Dihantan Ombak, Nelayan Sitiarjo Tewas di Pantai Jolangkung

Perahu Dihantan Ombak, Nelayan Sitiarjo Tewas di Pantai Jolangkung Perahu nelayan terbalik dan berhasil dievakuasi petugas, namun satu orang nelayan meninggal.(ist)

Klikapa.com -Satu orang nelayan dikabarkan tewas dan satu orang selamat setelah perahunya dibantam ombak di kawasan Pantai Jolangkung, Gedangan, Kabupaten Malang, Jumat (27/5/2022) siang.

"Betul ada kecelakaan nelayan yang sedang mencari ikan di dekat Pantai Jolangkung Gedangan. Perahunya terbalik setelah dihantam ombak," kata Camat Gedangan Stefanus Lodewyk. 

Menurut informasi yang ia terimanya,  kejadian itu menimpa nelayan asal Sumbermanjing Wetan.

"Dikonfirmasi kepala desa setempat (Gedangan) bukan warganya. Korban juga sudah ditemukan dan evakuasi oleh SAR yang berada di Bajulmati. Kasusnya juga sudah ditangani Satpolair," tambahnya. 

Kasat Polairud AKP Totok Suprapto menyebutkan insiden itu terjadi sekitar pukul 10.30. Pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 11.15. 

Setelah itu, pihaknya segera menindaklanjuti bersama anggota AL Sendangbiru, Sat Polairud Sendangbiru dan anggota Pantai Selatan Rescue (PSR) dan warga setempat untuk melakukan pencarian.

Korban tewas diketahui bernama Hadi Sudarminto, 35, warga Dusun Krajan Tengah, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.  Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara rekannya, Elok Hermanto, 40, warga Gunung Tumo, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, berhasil selamat. Ia bisa berenang dan mamapu sampai bibir pantai.

Totok menerangkan, kedua nelayan itu mulanya menggunakan perahu boat. Mereka hendak mencari ikan di pantai Jolangkung. Pantai tersebut masuk wilayah Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan. 

Saat mencari ikan, mendadak ombak tinggi datang, perahu yang dinaiki mereka terbalik.

Menurut Totok, perahu yang dipakai nelayan itu memang tidak dilengkapi alat Safety melaut.  Satpolairud pun mengimbau kepada para nelayan agar mengecek dan membawa alat keamanan melaut, seperti pelampung, ring bouy dan alat pemadam kebakaran.

Sementara itu, setelah korban dievakuasi, keluarga korban menolak untuk otopsi. Keluarga pun menandatangani surat pernyataan dan mengakui kejadian itu sebagai musibah.

"Langsung dievakuasi, korban meninggal dunia dan korban selamat di bawa ke Puskesmas Sumawe," tukasnya. (tyo/ggs)


BERITA TERKAIT