Satu Rumah di Kawasan Padat Penduduk Bareng Terbakar, Warga Panik | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Satu Rumah di Kawasan Padat Penduduk Bareng Terbakar, Warga Panik

Satu Rumah di Kawasan Padat Penduduk Bareng Terbakar, Warga Panik Petugas PMK Kota Malang saat memadamkan api di salah satu rumah di kawasan padat penduduk Bareng, Kota Malang.(ist)

Klikapa.com – Kebakaran terjadi di kawasan padat pemukiman di kawasan Bareng Kota Malang, Rabu (8/6/2022) siang. Salah satu rumah terbakar tepatnya di Jalan Bareng Tenes 4B RT 7 RW 2 Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen. 

Tidak ada korban  jiwa dalam peristiwa ini, namun setidaknya insiden itu membuat warga panik dan mereka sampai bersusah-payah untuk memadamkan api sebelum petugas PMK datang.

Menurut keterangan di lapangan, rumah yang terbakar itu yang ditinggali oleh Iwan Ardianto. Ia hidup sebatang kara dan dikenal Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). 

Menurut salah seorang tetangganya, Made, 52, kejadian itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, dilihatnya muncul kepulan asap dari rumah Iwan. Sontak membuat warga panik dan berusaha memadamkan dengan peralatan dan air seadanya. 

“Saat pertama diketahui, api sudah sangat besar, sehingga warga yang ada disekitar berusaha memadamkan apinya agar tidak menjalar ke rumah lainnya," ungkapnya.

Di duga api itu berasal dari puntung rokok  yang dibuang sembarangan oleh Iwan. Pasalnya, kejadian yang sama pernah terjadi sebelumnya. Saat itu, puntung rokok membakar kasur tempat tidur Iwan. 

Petugas  pemadam kebakaran yang datang di lokasi juga sempat kesulitan menjangkau lokasi. Jalan yang ada tidak bisa dilalui mobil. Selain tidak ada hidran di sekitar lokasi.

Kepala UPT PMK Kota Malang Teguh Budi Wibowo menyebutkan tidak hanya itu saja yang dihadapi 15 orang yang dikerahkan memadamkan api di kawasan itu. Aliran listrik juga masih menyala.

Namun begitu ia bersyukur bisa segera memadamkan api itu dan tidak menyalar ke rumah-rumah di sekitar lokasi. Ia perkirakan kerugian akibat peristiwan itu sekitar Rp 40 Juta. (mp3/rex/ggs)
 


BERITA TERKAIT