Roy Suryo Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Buntut Penyebaran Meme Stupa Borobudur | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Roy Suryo Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Buntut Penyebaran Meme Stupa Borobudur

  • 20-06-2022
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2172
Roy Suryo Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Buntut Penyebaran Meme Stupa Borobudur Roy Suryo(ist)

Klikapa.com -Seorang umat Budha resmi melaporkan Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo, ke Polda Metro Jaya. Laporan itu dilakukan buntut penyebaran meme stupa Candi Borobudur yang diedit mirip wajah Presiden Jokowi.

Pelapor itu bernama Kurniawan Santoso. Ia melaporkan pada Senin (20/6/2022) hari ini. Dalam laporannya, Roy dinilai telah melecehkan umat Buddha karena ikut menyebarkan meme tersebut.

"Jadi hari ini kami mewakili umat Budha melaporkan terkait dugaan tindak pidana UU ITE terkait masalah simbol agama. Terlapor ini telah mengunggah satu unggahan Candi Borobudur," kata Kurniawan kepada wartawan, di Polda Metro Jaya.

Menurutnya, apa yang disebarkan Roy Suryo bukan gambar stupa semata. Melainkan patung Sang Buddha dan simbol agama yang sangat sakral.

"Kami juga luruskan bahwa yang diedit di situ bukan stupa, tapi patung sang Buddha dan itu adalah simbol agama yang sangat sakral buat agama kami," jelasnya.

Ia pun turut mempermasalahkan peran Roy Suryo yang ikut mengunggah meme itu di media sosial. Menurutnya, meski bukan pembuat meme, tindakan Roy itu justru dinilai telah membuat viral di media sosial.

Tindakan Roy itu, kata dia, juga tetap bisa dijerat dengan UU ITE.

"Yang bersangkutan punya followers banyak ini tidak mungkin semeledak ini kalau tidak diunggah orang yang ber-followers banyak," jelasnya.

Di sisi lain, dia menilai permintaan maaf dari Roy Suryo dan klaim terlapor yang telah menghapus unggahan meme Candi Borobudur di media sosialnya juga tidak bisa dibenarkan begitu saja.

"Harus berjalan karena ini bukan kepentingan pribadi tapi kepentingan umat. Harapan kami sekarang ini banyak yang proses penghinaan kepada agama, tidak ada diskriminasi hukum di sini," jelasnya.

"Kalau yang bersangkutan minta maaf ini bukan kami yang memutuskan. Kalau kita bicara patung Buddha itu simbol agama umat Buddha seluruh dunia. Kami serahkan itu kepada proses hukum," sambungnya.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/3042/VI/2022/SPKT/Polda


BERITA TERKAIT