Empat Terdakwa Kasus Suap Liga 3 Jatim Dituntut 2 Tahun 6 Bulan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Empat Terdakwa Kasus Suap Liga 3 Jatim Dituntut 2 Tahun 6 Bulan

Empat Terdakwa Kasus Suap Liga 3 Jatim Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Sidang kasus suap Liga 3 di PN Malang yang dilakukan secara virtual.(ist)

Klikapa.com -Empat orang terdakwa kasus suap Liga 3 Jatim, dituntut masing-masing 2 tahun hingga 2 tahun enam bulan. Mereka oleh Jaksa Penuntut Umum (PJU) dituntut dalam berkas perkara terpisah dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Malang, Rabu (29/6/2022). 

JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang Heryanto menyebutkan empat terdakwa ini dituntut dengan berkas terpisah. Tiga berkas perkara dari empat terdakwa, menjalani persidangan terpisah.

Keempat terdakwa dituntut sesuai dengan peranannya. Terdakwa Yoyok Bambang Suryo Atmojo alias BS didakwa sebagai penghubung, Dimas Yopy Perwira Nusa sebagai runner, dan  terdakwa Ferry Avrianto serta Imam Arif Huda didawa sebagai petugas penghubung pihak sasaran. 

PJU menuntut mereka  berdasarkan Pasal 2 UU RI Nomor 11 Tahun 1980 Tentang Tindak Pidana Suap Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.  Terdakwa Bambang Suryo Atmojo alias BS dituntut hukuman pidana penjara selama dua tahun enam bulan dan denda sebesar Rp 10 juta subsider enam bulan pidana kurungan. 

Terdakwa Dimas Yopy Perwira Nusa dituntut hukuman pidana penjara dua tahun enam bulan, dan pidana denda sebesar Rp 10 juta subsider pidana kurungan selama enam bulan. 

Sedangkan terdakwa Imam Arif Huda dan Ferry Avrianto dituntut hukuman pidana penjara dua tahun dan pidana denda sebesar Rp 10 juta subsider pidana kurungan enam bulan. 

"Tuntutan ini kami lakukan dengan pertimbangan yang memberatkan terdakwa merugikan dan merusak nama baik PSSI serta PSSI Jawa Timur. Merusak mental para pemain dan generasi muda dan meresahkan masyarakat,''

''Sedangkan yang meringankan terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya dan bertindak sopan selama persidangan," katanya. 

Merespon tuntuan itu, Penasihat Hukum (PH) terdakwa Abd. Basid mengaku keberatan dengan tuntutan tersebut. 

"Kami akan membuktikan, bahwa hal ini adalah percobaan dan belum terjadi, sehingga apabila dituntut dengan hukuman seperti yang dibacakan oleh JPU kami merasa keberatan. Meskipun nantinya kami tetap akan memyerahkan


BERITA TERKAIT