Pembalak Liar di Hutan Lindung Sendiki Sumawe Ditangkap | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Pembalak Liar di Hutan Lindung Sendiki Sumawe Ditangkap

Pembalak Liar di Hutan Lindung Sendiki Sumawe Ditangkap Salah satu tersangka pembalakan liar di Hutan Lindung Sendiki Sumawe yang ditangkap petugas.(ist)

Klikapa.com -Dua tersangka pembalakan liar di Hutan Lindung Sendiki Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang ditangkap. Mereka diketahui merupakan buronan kasus yang sama sekitar tahun 2020 lalu. 

Mereka ditangkap Tim Penyidik Pengawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Gakkum KLHK Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabalnusra) bersama Polda Jatim dan LSM Profauna. Kedua tersangka itu adalah berinisal WJ dan JCI.

Mereka melakukan pembalakan liar di Hutan Lindung Petak 69D RPH Sumber Kembang, BKPH Sumbermanjing, KPH Malang. Tersangka WJ ditangkap di Desa Pakis Kembar, Kecamatan Pakis, Rabu (29/6). 

Sedangkan JCI ditangkap di Desa Tambakasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan pada Kamis (30/6). 

Menurut Rosek Nursahid, Ketua Profauna Indonesia, kasus ini terungkap bermula dari hasil patroli LSM Profauna dan personil Kelompok Tani Hutan tanggal 9 Juni 2020. Tim mengamankan barang bukti lima unit motor dan 10 batang kayu jati balok.

"Saat itu lima orang tersangka melarikan diri. Selanjutnya kasus ditangani oleh PPNS BPPHLHK Wilayah Jabalnusra dengan melakukan penyidikan. Tiga orang tersangka saat itu kini sudah vonis di Pengadilan Kepanjen, Kabupaten Malang, 30 Juni 2022," ungkap Rosek, Jumat (1/7).

Menurutnya, Penebangan pohon dan perambahan di Hutan Lindung Sendiki yang dikelola oleh Perhutani ini terjadi secara masif dan skala luas sejak tahun 2019. 

Ia menambahkan, hal ini mengancam kelestarian satwa langka seperti lutung Jawa dan burung rangkong yang ada di wilayah itu.

"Selain itu juga dikhawatirkan akan berdampak terhadap bahaya kekuarangan air bersih waktu kemarau," tambah Rosek yang juga seorang ekolog itu. 

PPNS Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra menjerat tersangka WJ dan JCI dengan Pasal 83 ayat 1 Huruf a Jo. Pasal 12 Huruf d Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, Jo. Undang-Undang No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Menurut arurannya tersangka WJ dan JCI diancam pidana penjara maksimum 5 tahun dan


BERITA TERKAIT