Tersangka Meninggal, Polisi Hentikan Penyelidikan Tewasnya Nenek Karangploso | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Tersangka Meninggal, Polisi Hentikan Penyelidikan Tewasnya Nenek Karangploso

Tersangka Meninggal, Polisi Hentikan Penyelidikan Tewasnya Nenek Karangploso Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat hentikan penyelidikan kasus tewasnya Nenek Karangploso.(ist)

Klikapa.com -Polres Malang menghentikan penyelidikan kasus pembunuhan nenek Wurlin, 70, warga Desa Bocek Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Penghentikan kasus itu didasari atas kematian tersangka tunggal, Muhammad Syaifudin, 18, yang tidak lain cucu korban.

Kematian Syaifudin itu dibenarkan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat. Menurutnya, Syaifudin menghembuskan napas terakhir saat dalam perawatan di RSSA Malang Jumat (1/7/2022). 

Menurutnya, tersangka sebelumnya sempat beberapa kali berupaya bunuh diri namun gagal, hingga dilakukan penjagaan kektat oleh polisi.

"Untuk MS, memang benar dia beberapa kali melakukan upaya bunuh diri sebelumnya. Namun dua hari yang lalu MS meninggal dunia dalam perawatan dokter," kata Ferli, Minggu (3/7/2022).

Ikhwal kematian tersangaka, Ferli menegaskan korban meninggal dunia bukan karena upaya bunuh diri. Namun karena hal lain.

"Menurut Dokter jaga RSSA Malang, pasien mengalami gagal napas dikarenakan radang paru-paru. Sempat dilakukan pertolongan medis menggunakan alat bantu pernapasan. Namun tidak bisa tertolong," jelasnya.

Senin (4/7) esok, polisi akan melakukan gelar perkara kasus ini. Ferli  menuturkan, meninggalnya Syaifudin, polisi akan menghentikan penyidikan.

"Senin akan dilakukan gelar perkara dan penghentian penyidikan," tukasnya. 

Diberitakan sebelumnya, nenek Wurlin ditemukan tewas dengan kondisi tertutup bantal di dapur rumahnya, di kawasan Dusun Manggisari, Desa Bocek, Kecamatan Karangploso.

Wurlin tewas diduga akibat pukulan benda tumpul di bagian kepala hingga mengakibatkan tulang tengkorak pecah.

Di saat yang sama, cucunya Ahmad Syaifuddin alias Udin ditemukan tergeletak lemah di pekarangan rumah tetangganya. Kondisinya mengalami luka robek di bagian perut dan leher.

Janggalnya, luka itu tidak mengenai kaos yang ia pakainya. Dari fakta itu polisi menduga kuat Syaifudin yang melakukan penganiayaan kepada neneknya. Setelah itu Udin melakukan percobaan bunuh diri.

Meski dugaan polisi seperti itu, namun sejauh itu belum bisa dipastikan. Mengingat tersangka belum bisa diperiksa. Sejak kejadian, 7 Juni lalu, petugas belum bisa memeriksanya. Udin masih dalam perawatan medis.(tyo/ggs)
 


BERITA TERKAIT