Guru Tari Yang Cabuli Belasan Muridnya di Kota Malang Divonis 15 Tahun penjara | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Guru Tari Yang Cabuli Belasan Muridnya di Kota Malang Divonis 15 Tahun penjara

Guru Tari Yang Cabuli Belasan Muridnya di Kota Malang Divonis 15 Tahun penjara Terdakwa guru tari cabul di Kota Malang saat mengikuti sidang secara online. Dalam sidang itu ia diganjar hukuman 15 tahun penjara.(ist)

Klikapa.com -Guru tari cabul Yahya Ramadhani, 37, warga Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang digajar hukuman 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Malang, Senin (8/8/2022).

Dalam amar putusannya itu, Majelis Hakim juga menghukum terdakwa harus membayarkan denda sebesar Rp 1 miliar subsider kurungan selama enam bulan. 

Vonis itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Sri Haryani, juga mempertimbangkan beberapa hal sebelum menjatuhkan vonis tersebut. 

Sri Haryani menyebutkan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar Pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang - Undang Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

“Untuk hal yang meringankan, terdakwa memiliki anak dan menjadi tulang punggung keluarga, mengakui perbuatan dan menyesalinya, serta berlaku sopan selama persidangan,” kata ketua majelis hakim dalam persidangan itu. 

Sedangkah hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa disebutkan merusak masa depan generasi muda serta tidak mendukung upaya untuk memberantas kejahatan terhadap anak.

Mendengar amar itu terdakwa tampak gelisah. Meski ia tetap berusaha untuk tenang. Vonis itu lebih rendah dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

Sebelumnya JPU menuntut terdakwa dihukum penjara selama 20 tahun. Mengingat jumlah korban mencapai 11 orang, dengan usia korban antara 11 tahun - 16 tahun. 

Menanggapi putusan itu, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Eko Budisusanto, menyatakan pihaknya masih pikir-pikir. 

"Saat ini kami masih akan melaporkan ke pimpinan, terkait sikap selanjutnya. Untuk saat ini kami menyatakan pikir-pikir," ujarnya. 

Seperti diberitakan, Yahya melakukan dengan tipu dayanya murid-muridnya bersetubuh. Itu dilakukan dengan dalih meditasi untuk meningkatkan kemampuan tarinya.

Perbuatannya itu dilakukan selama bulan September hingga November 2021. Bulan Desember 2021, terdakwa diringkus petugas Satreskrim Polresta Malang Kota setelah dilaporkan salah seorang korbannya. (rex/mar)
 


BERITA TERKAIT