Kapolri: Irjen Ferdy Sambo Tersangka. Tidak Ada Tembak Menembak dalam Kasus Kematian Brigadir J | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Kapolri: Irjen Ferdy Sambo Tersangka. Tidak Ada Tembak Menembak dalam Kasus Kematian Brigadir J

  • 09-08-2022
  • Editor :junaedi
  • dibaca :672
Kapolri: Irjen Ferdy Sambo Tersangka. Tidak Ada Tembak Menembak dalam Kasus Kematian Brigadir J Irjen Ferdy Sambo.(dok.detik)

Klikapa.com -Kepolisian RI resmi menetapkan mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nofryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. 

Penetapan  Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan itu diumumkan langsung oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo, saat konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (9/8/2022).

Menurut Listyo, kemarin Timsus menetapkan tiga orang tersangka, yakni RE, RR dan saudara KM. 

''Tadi pagi, dilaksanakan gelar perkara dan Timsus Polri telah memutuskan FS sebagai tersangka,'' tegas Listyo.

Timsus lanjut dia, telah menemukan perkembangan baru bahwa dalam kasus ini. Bahwa tidak ditemukan fakta peristiwa tembak menembak seperti yang dilaporkan. 

"Tim khusus Polri menemukan peristiwa penembakan terhadap saudara J (Brigadir J) hingga meninggal dunia yang dilakukan saudara RE (Richard Eliezer) atau Bharada E) atas perintah FS (Ferdy Sambo)," tegas Listyo.

Kemudian, lanjut Listyo, untuk membuat seolah-olah telah terjadi tembak menembak, FS melakukan penembakan dengan senjata milik Brigadir J ke dinding berkali-kali untuk membuat kesan seolah terjadi tembak menembak.

"Terkait apakah saudara FS menyuruh atau terlibat langsung dalam penembakan, saat ini tim masih melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi dan pihak-pihak terkait," kata Listyo.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan dua orang anak buah Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.

Bharada E dijerat dengan Pasal 338 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 56 KUHP. Selain itu, Brigadir Ricky Rizal dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.
 


BERITA TERKAIT