Tak Sangka Jika Anaknya Ditangkap karena Terduga Teroris | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Tak Sangka Jika Anaknya Ditangkap karena Terduga Teroris

  • 13-06-2016
  • Editor :junaedi
  • dibaca :7783
Tak Sangka Jika Anaknya Ditangkap karena Terduga Teroris Terduga Teroris Befri alias Ustadz Jefri (insert) dan rumahnya di Turen, Kabupaten Malang

MALANG- Turaji, ayah Befri alias Ustadz Jefri, terduga teroris asal Turen, Kabupaten Malang, mengaku sempat kaget jika anaknya tersangkut jaringan teroris.Dia mengetahui itu setelah salah seorang petuga datang dan memberi tahu.

"Memang benar diamankan, tetapi  belum ada kepastian statusnya. Hanya diberitahu Befri diamankan saja," tutur Turaji, Minggu (12/6/2016).

Dia menyebutkan, jika anaknya itu memang sedang dicari polisi. Itu lantaran terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Persisnya, peristiwa itu terjadi sejak 2015 lalu. Turaji mengaku jika anaknya itu telah menganiayanya bersama Agnes, kakaknya. Agnes telah menjalani hukuman. Permasalahan hanya sepele, karena masalah rumahnya yang kotor.

Befri, menurut dia, sejak peristiwa itu lari dari rumah dan tidak diketahui batang hidungnya. Polisi pun sempat menerbitkan DPO. Itu sebabnya, Turaji merasa jika anaknya  tertangkap karena kasus itu.

''Saya tidak tahu kalau sampai terkait dengan teroris. Padahal saya dulu selalu mewanti-wanti untuk tidak ikut-ikutan seperti itu. Tapi, bagaimana lagi anaknya memang keras kepala,'' tuturnya pasrah.

Sejumlah tetangga Befri di Jalan Stadion Utara 79 Kecamatan Turen, Kabupaten Malang juga mengaku kaget mendengar hal itu.

"Kami baru tahu tadi pagi, karena ada polisi yang datang ke rumah orangtuanya. Apakah dari Densus atau apa, saya tidak tahu. Yang jelas dia polisi, terkait penangkapan Befri," terang warga sekitar kepada Malang Post (induk klikapa.com) semalam.

Seperti diketahui, Bafri merupakan satu dari dua terduga teroris yang di tangkap di Surabaya, Rabu (8/6/16). Ia ditangkap karena terkait jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). (agp/han)


BERITA TERKAIT