Taubatan Pajak Nasuha Secara Bersama

Taubatan Pajak Nasuha Secara Bersama

dan para politisi pada umumnya. Bahkan saya pikir para professional pun harus ikut serta, pengacara, dokter, akuntan, hakim, jaksa, polisi, ustadz-ustadz dan kyai ternama, pendeta-pendeta dan juga artis.
Bersih-bersih bersama. Mumpung ada kesempatan pintu taubatnya dibuka. Kalau taubat massal itu bisa terjadi, maka tax amnesty bisa menjadi gerakan yang serentak. Taubatan nasuha di bidang pajak.
Kesan kebersamaannya juga bagus.
Bukankah para politisi akan cenderung gampang berubah posisi. Satu saat jadi kawan saat yang lain bisa jadi musuh. Yang tidak punya lawan pun, bisa punya musuh kalau yang tidak punya musuh itu berkawan dengan lawannya kawan.
Kian banyak yang ikut tax amnesty juga kian menyehatkan pejabat pajak. Kesempatan mereka untuk cari-cari sasaran siapa yang bisa 'digarap' kian tertutup. Saya melihat tax amnesty ini merupakan pertobatan yang penting. Kepada Allah kita biasa diajarkan harus terus minta ampun, membaca astaghfirullah, meskipun kita tidak tahu apakah baru berbuat dosa atau tidak.
Sejak dulu saya tidak hanya melihat berapa hasil dari uang tebusan pengampunan pajak ini.  Itu hanya salah satu saja dari sekian banyak hasil penting yang diharapkan. Hasil lain, kian besarnya basis pajak.
Maka saya teriak WOW! ketika membaca berita bahwa pengusaha besar seperti Murdaya Poo, teman baik saya, sudah menyatakan diri ikut tax amnesty. Juga teman saya yang lain seperti Chairul Tanjung.

 

Berita Terkait