PKL Sawojajar Didead Line 20 Oktober sudah Harus Pindah

  • 2016-10-13 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3368
PKL Sawojajar Didead Line 20 Oktober sudah Harus Pindah PKL Sawojajar yang saat ini menggunakan areal di atas saluran air.

MALANG – Pedagang Kaki Lima (PKL) Jalan Raya Sawojajar, di dead line Pemkot Malang, paling  lambat 20 Oktober sudah harus hengkang dari tempat mereka saat ini. Surat peringatan terakhir dari Satpol PP Kota Malang, sudah dilayangkan kepada para PKL 12 Oktober lalu.

Plt Kasatpol PP Kota Malang, Dicky Harianto menegaskan, pembersihan Jalan Raya Sawojajar, 20 Oktober 2016, sudah final. Karena tempat yang digunakan mereka itu jalur hijau. Pembersihan PKL yang ada di atas saluran air itu juga sudah beberapa kali tertunda.

“Kesepakatannya, PKL bongkar sendiri. 20 Oktober adalah batas terakhir. Sehingga, pada hari berikutnya, 21 Oktober, seluruh area irigasi Jalan Raya Sawojajar, harus bersih. Kami tidak mau melakukan pembongkaran paksa. Kami sarankan PKL pindah ke Jalan Danau Maninjau Selatan,” kata Dicky kepada wartawan, usai dengar pendapat tertutup bersama PKL, dinas dan komisi A, di DPRD Kota Malang, Kamis (13/10).

Dicky mengatakan, Satpol PP, komisi A, PKL serta kelurahan kembali menggelar pertemuan hari Jumat untuk pembahasan kawasan Jalan Danau Maninjau Selatan sebagai tempat relokasi. Saat ini, ada 37 PKL Jalan Raya Sawojajar yang aktif berjualan di seberang deretan kawasan ruko WoW itu.

“Kami ada Perda soal kawasan perdagangan. Jalan Danau Maninjau Selatan adalah kawasan yang paling dekat untuk jualan. Kami berharap lokasi ini masih bisa dimasuki PKL supaya mereka tetap bisa berjualan. Ini adalah saran dan pandangan alternatif buat PKL,” tambah sekretaris Satpol PP Kota Malang ini.

Berita Terkait

Baca Juga