Aktivis Hatta Taliwang Ditangkap Atas Ujaran SARA di Medsos

  • 2016-12-08
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2873
Aktivis Hatta Taliwang Ditangkap Atas Ujaran SARA di Medsos Hatta Taliwang (dok.detik.com)

JAKARTA- Satu lagi aktivis ditangkap polisi terkait kasus makar. Dia adalah adalah Direktur Institut Soekarno-Hatta, Hatta Taliwang. Dia ditangkap Kamis dini hari di rumahnya.

"Betul, Ditangkap di rumahnya jam 01.30 WIB," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono seperti ditulis cnn indonesia.com, Kamis (8/12).

Aktivis Hatta Taliwang ditangkap di Rumah Susun Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Hatta dijadikan tersangka pasal 28 juncto 45 ayat 2 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Tapi dia disebut-sebut juga atas dugaan makar.

Menurut Argo, penangkapan Hatta karena unggahannya di sosial media yang dinilai dapat menimbulkan permusuhan terkait suku, adat, ras, dan agama (SARA).

"Yang bersangkutan telah memposting di media sosial, yaitu Facebook yang dapat timbulkan perpecahan SARA. Dia menyampaikan bahwa orang China hobi beternak penguasa dan sebagainya," ujarnya.

Dari penangkapan itu, polisian juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang berupa telepon seluler, buku-buku yang berisi tulisan Hatta, beberapa dokumen, dan buku notes. Namun, penyidik masih mempelajari sejumlah barang bukti itu.

Namun, Argo belum dapat memastikan keterlibatan Hatta soal dugaan makar bersama 10 aktivis lainnya yang lebih dulu ditangkap sebelumnya. Pemeriksaan Hatta belum dapat dilakukan karena masih menunggu kuasa hukumnya.

"Kami belum memeriksa, kami melihat laporan pemeriksaan ada kegiatan yang kami curigai dengan barang bukti yang ada. Nanti setelah diperiksa kami akan sampaikan lebih lanjut, alat bukti sudah kami kumpulkan," ucapnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengatakan Hatta diduga sempat mengikuti sejumlah pertemuan yang dilakukan para tersangka makar.

"Benar dia mengikuti rapat. Namun kami sedang cari bukti, sampai sekarang belum tertangkap. Kalau kalian tahu, kasih tahu saya," ujar Iriawan di Jakarta, Selasa (6/12).

Dalam dugaan makar, polisi telah menetapkan sepuluh orang sebagai tersangka. Mereka adalah Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko

Berita Terkait

Baca Juga