Imigrasi Malang Usir 26 WNA dan Hadang 143 TKA Asal Tiongkok | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Imigrasi Malang Usir 26 WNA dan Hadang 143 TKA Asal Tiongkok

Imigrasi Malang Usir 26 WNA dan Hadang 143 TKA Asal Tiongkok Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Malang, Novianto Sulastono SH.(decky)

MALANG- Kantor Imigrasi Kelas I Malang (Kanim Malang) mengklaim telah mendeportasi sebanyak 26 Warga Negara Asing (WNA) dari Indonesia sepanjang 2016 ini. Angka itu menurun dari tahun sebelumnya yang berjumlah 35 WNA.

Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Malang, Novianto Sulastono SH menjelaskan, tindakan yang dilakukan tersebut sebagian besar karena pelanggaran overstay, alias melewati batas waktu tinggal.

 “Overstay memang paling banyak dilakukan oleh WNA yang berstatus pelajar atau mahasiswa. Biasanya karena belum habis masa studinya tetapi tidak juga mengurus perpanjangan. Alias tidak tertib,” ungkap pria yang akrab disapa Toton ini, kepada wartawan,Kamis (29/12/2016).

Dari 26 WNA itu masing-masing empat warga Thailand, Libya dan Malaysia, tiga warga Republik Rakyat China (RRC) dan Timor Leste, kemudian Belanda dan Hongkong masing-masing dua orang dan satu WNA dari Yaman, Madagaskar, Turki dan Afganistan.

Toton menjelaskan, kebijakan masa tinggal setiap negara berbeda-beda. Paling sedikit izin tinggal berlaku selama 30 hari. Khusus untuk mahasiswa WNA, izin tinggal harus diperbaharui untuk diperpanjang setiap satu bulan sekali.

“Selama belum dilakukan perpanjangan izin tinggal, hari per hari mereka setelah izin tinggal habis akan dikenakan biaya beban perpanjangan masa tinggal sebesar Rp 300 ribu per hari. Tentu saja ini dilakukan agar mereka mengurus perpanjangan sesuai aturan,” ungkap Toton.

Tidak hanya itu, ada tiga WNA yang terbukti tidak memiliki paspor dan izin tinggal sama sekali. “Saat ini dua di antaranya sudah ada vonis, tinggal satu WNA saja yang masih dalam proses persidangan. Jadi kita tidak serta merta melakukan deportasi,” ungkap Toton.

Selain itu, Toton mengaku telah menindak pelanggaran aturan keimigrasian terhadap 143 WNA asal Tiongkok. Mereka pun segera  dipulangkan ke wilayah kantor imigrasi asalnya, 18 Desember lalu.
Mereka diketahui menimbulkan keresahan warga Kota Malang saat datang dengan jumlah banyak dan sempat menginap di salah satu hotel sejak 16


BERITA TERKAIT