Pegiat Olah Raga Malang Khawatir Prestasi Atlet Turun Gara-gara Full Day School

  • 2017-01-22 penulis : bagus
  • Editor :husnun
  • dibaca :3332
Pegiat Olah Raga Malang Khawatir Prestasi Atlet Turun Gara-gara Full Day School Maudy Awanda salah satu pelari andalan Kota Malang, ia juga ikut full day school.

MALANG-Pegiat olahraga Kota Malang mulai pusing dengan program full day school yang digeber  mulai tingkat SD, SMP dan SMA. Program tersebut terasa menganggu jadwal para atlet pelajar. Para pelatih dan atlet khawatir bakal terjadi penurunan prestasi, jika tidak ada solusi konkret atas persoalan itu.

Di Kota Malang yang sudah menerapkan full day school adalah SMP Negeri dan beberapa SMA Negeri. Saat ini, yang tampak adalah terpangkasnya waktu latihan para atlet. Sebab waktu yang biasanya digunakan berlatih dari pukul 14.00 hingga pukul 17.00 harus digunakan untuk sekolah.  

Di Kota Malang, ada sekitar 50 atlet yang masih berstatus pelajar. Itu hanya atlet yang berprestasi saja, masih banyak atlet lain yang prestasinya juga terancam turun.

Bayangan akan menurunnya prestasi tersebut, dirasakan, baik atlet, pelatih, dan bahkan pengurus KONI Kota Malang.

Seperti halnya salah satu atlet atletik Kota Malang, yang baru saja meraih emas di kejuaraan nasional (Kejurnas) estafet Bogor, Maudy Awanda. Siswi kelas 11 SMAN 8 Kota Malang. Ia kini mengaku tak mempunyai waktu banyak lagi untuk berlatih.

Itu lantaran jam pulang sekolahnya yang semakin sore, yakni pukul 16.00 dan kadang sampai pukul 17.00.

“Kadang saya tidak bisa ikut latihan, sebab terbentur dengan sekolah. Kalau pun latihan hari Senin sampai Rabu saja. Itu pun setelah pulang sekolah pukul 16.00 langsung ke lapangan. Capek sih, tapi mau bagaimana lagi,” keluh Maudy.

Kekecewaan itu juga disampaikan pelatih cabor atletik Kota Malang, Onny Chandra Shofi. Program sekolah yang seminggu ini dilaksanakan yakni pulang hingga sore, katanya membuat latihan terhambat.  

“Kalau biasanya kami memulai latihan pukul 14.00, sekarang harus mundur sampai pukul 16.00,” katanya.

Sudah begitu para atlet tidak lagi memiliki aktu untuk istirahat sebentar setelah pulang sekolah. Belum lagi masih diganggu hujan jika latihan sore. Semua ini dikawatirkan akan menjadikan hambatan mempertajam prestasi.

Berita Terkait

Baca Juga