Digerebeg, Saling Tembak, Teroris Terkapar, Polisi Terluka

  • 2016-02-15 penulis : admin
  • dibaca :4430
Digerebeg, Saling Tembak, Teroris Terkapar, Polisi Terluka Densus 88 Antiteror (antara)

MALANG-Densus 88 Antiteror kembali melakukan menyergapan terhadap teduga teroris. Seorang terduga teroris tewas tertembak dalam operasi penggerebekan di Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Senin, 15/2 siang tadi.
 
Operasi penyergapan itu tak berjalan mulus karena dua terduga teroris yang diketahui bernama Fazarudin alias Faris dan Imam melawan aparat. Mereka membalas tembakan peringatan aparat Densus dengan tembakan serupa dan membabibuta. Seorang polisi bahkan terluka akibat tembakan para terduga teroris itu.
 
Teduga teroris yang ditembak mati adalah Faris. Sedangkan Imam berhasil dibekuk dan sekarang ditahan serta diperiksa di Markas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB).
 
Kapolda NTB, Brigadir Jenderal Polisi Umar Septono, menjelaskan bahwa lokasi penyergapan itu memang kerap menjadi tempat berlindung bagi para terduga teroris yang berbasis di Poso, Sulawesi Tengah. Tempat itu ditengarai juga sebagai basis kelompok Islam Garis Keras (Igara).
 
Menurut dia, seperti tilansir viva.co.id para terduga teroris itu terlibat penembakan sejumlah polisi di NTB, di antaranya, Kepala Polsek Ambalawi dan dua anggota.
 
"Ia telah melakukan kekerasan dengan bukti sudah ada. Dulu anggota kita, Kapolsek Ambalawi, juga tertembak meninggal. Kemudian Ipda Hanafi, yang beruntung selamat. Kemudian Bripda Yamani juga meninggal. Jadi dua korban meninggal dan satu luka di daerah itu," kata Umar Septono kepada wartawan di Markas Komando Brimob di Mataram.
 
Dia juga membenarkan bahwa aparat telah lama mengintai sampai akhirnya melakukan penyergapan.

“Terduga teroris atas nama Fazar, sudah lama diintai namun tidak pernah keluar dari area itu, bahkan dari rumah pun jarang keluar. Akhirnya dilakukan penggerebekan. Kemudian pada saat didobrak melakukan perlawanan dengan menembak," ujarnya.(viva)

Berita Terkait

Baca Juga