Bapak Ibu, Waspadai Jajanan Anak di Sekolah. Dinkes Temukan Ini Lho...

  • 2017-02-20 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :7801
Bapak Ibu, Waspadai Jajanan Anak di Sekolah. Dinkes Temukan Ini Lho... Ilustrasi. waspada jajanan anak di sekolah.(dok,republika.co.id)

MALANG – Dinas Kesehatan Kota Malang mewanti-wanti masyarakat untuk mengawasi jajanan anaknya di sekolah. Sebab, selama tahun 2016, Dinkes Kota Malang menemukan kasus jajanan makanan yang mengandung Rhodamin B, Methanil Yellow, Borak hingga Formalin yang semuanya berbahaya bagi kesehatan.

Kadinkes Kota Malang, Dr dr Asih Tri Rachmi N MM mengatakan, dorongan kepada para orangtua untuk mengawasi jajanan anaknya tak lepas dari temuan tersebut.

“Kita ambil sampel 140 buah dari makanan minuman di berbagai titik di Kota Malang. Kita uji kandungan, dan temukan bahan berbahaya di jajanan tersebut,” kata Asih kepada wartawan, Senin (20/2/2017).

Sampel itu diambil dari makanan antara lain krupuk, mi basah, kulit pangsit, bakso, sirup, es, minuman ringan, sambal hingga saos. Tempat pengambilan sampel antara lain pasar, kantin sekolah, industri pangan rumah tangga, sampai barang jualan pedagang keliling kampung.

Dari situ, Dinkes Kota Malang menyimpulkan ada beberapa bahan berbahaya yang masih terkandung dalam makanan. “Kita temukan bahan berbahaya di hasil laut, krupuk puli dan krupuk pasir,” tegasnya.

Dia mengimbau masyarakat hati-hati dalam memberikan makanan minuman kepada putra putrinya.Asih mengatakan makanan minuman yang berbahan berbahaya, sulit dideteksi secara kasat mata.

Namun, dengan membatasi pembelian secara sembarangan, Asih meyakini anak-anak bisa terhindar dari jajanan yang berbahaya bagi kesehatan. Cara lain yang dia usulkan, adalah memberi bekal bagi anak.

“Kami usulkan anak diberi bekal saja, yang dibuat sendiri oleh orangtua, sehingga kualitas serta kebersihannya jauh lebih terjamin,” tambahnya.

Apabila terpaksa membeli, Asih menegaskan para orangtua sebaiknya membeli makanan atau minuman dengan cap BPOM dan izin edar yang masih berlaku.

Sosialisasi hasil uji kandungan makanan, juga diberitahukan kepada pihak sekolah di seluruh Kota Malang. Dengan demikian, pihak sekolah  bisa mengantisipasi secara langsung lewat pengawasan kantin sekolah, maupun pihak luar yang berjualan

Berita Terkait

Baca Juga