PT Mastour Berangkatkan 1.530 Jamaah, Pecahkan Rekor MURI

  • 2017-04-07 penulis : advetorial
  • Editor :sariglok
  • dibaca :4256
PT Mastour  Berangkatkan 1.530 Jamaah, Pecahkan Rekor MURI Saat Mengikuti Umrah Milad ke-15 PT Mastour

di kantor pusat Surabaya, ada kantor di Jakarta, Semarang, Bandung, Cirebon dan Banyumas serta beberapa jaringan di seluruh  Indonesia.
"Kami programkan minimal setahun sekali bikin pemberangkatan bersama-sama dalam jumlah yang besar. Ya moment yang tepat adalah milad perusahaan," tegas Syarqowie.
Sementara Faraj Syarqowie mengatakan, program ini juga bagian dari bentuk terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayai PT Mastour. Menurutnya, special edition pemberangkatan secara massal tidak semata berpikir bisnis, tapi ada sosialnya dan ada suasana pesta.
Ada paket berbeda dari paket-paket umrah yang lazim diselenggarakan oleh travel pada umumnya. Yaitu, paket umrah 12 hari dan dua kali wisata ziarah Madinah. Jika biasanya ada ziarah ke Masjid Kubah dan Jabal Uhud dalam satu hari tur, ini ditambah satu hari tur lagi ke Museum Dar Al Madinah.
Kunjungan ke Dar Al Madinah ini langka. Jarang ada rombongan umrah yang mendapat paket ini, apalagi tempat ini juga termasuk baru sebagai jujugan wisata. Oleh pihak pemerintah Madinah pun, tur rombongan Mastour dianggap spesial, sehingga mendapatkan sambutan resmi oleh pejabat museum dan ada jamuan welcome drink-nya.
Dar Al Madinah juga memanfaatkan bangunan bersejarah di Kota Madinah. Area museum ini merupakan bekas stasiun kereta api Madinah-Turki dengan luas 7, 9 hektar. Rute kereta api tersebut merupakan salah satu rencana besar di zaman Turki Utsmani, yang sayangnya tidak terlaksana karena Turki Ustmani keburu runtuh setelah gempuran Inggris dan pemberontak bersekongkol.
Selain menampilkan sisa lokomotif dan gerbong tempo dulu serta bangunan bengkel kereta, di bangunan utama ada banyak foto-foto dan benda-benda bersejarah dari Kota Madinah sejak zaman Rasulullah, sahabat-sahabat nabi, serta beragam artefak dan bukti sejarah perkembangan Kota Madinah sendiri.
Untuk penggambaran di zaman Rasulullah misalnya, museum ini menghadirkan beragam diorama tentang kehidupan Rasulullah dalam setiap fase. Ada replika bangunan awal Masjid Nabawi yang dibangun Rasulullah ketika pertama kali ke Madinah, dindingnya kala itu terbuat dari batu bata dan lantainya dari pasir serta kerikil-kerikil kecil. Pengunjung juga dapat melihat replika kamar Rasulullah dan istrinya Aisyah yang sangat sederhana. Tidak ada perabotan mahal atau istimewa, hanya tempat tidur dan bangku.
Tur tambahan yang diterima jamaah bukan hanya itu. Saat ziarah di Kota Makkah, jamaah diajak berhenti sejenak di Muzdalifah. Biasanya rombongan umrah hanya dilewatkan saja di lokasi ini. Di sini, jamaah diajak berhenti sejenak di masjid yang ada di sana, yaitu Masjid Masya'aril Haram. Nama masjid inilah yang mengilhami nama PT Masya'aril Haram Tours & Travel.
Sementara itu, dari 1.530 jamaah yang berangkat massal ini, hadir juga beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama. Tampak KH Ali Badri, Habib Umar dari Malang, Habib Husein dari Gresik, ada juga anggota DPRD Jateng dan beberapa Kiai dari Jawa Tengah .
Pun demikian, bekerjasama dengan pihak hotel, PT Mastour menyelenggarakan perayaan milad dengan mengadakan Maulid Nabi di aula Hotel, baik di Hotel ODTS Madinah dan Hotel Anjum Makkah.
Kedua hotel ini tergolong hotel Baru di Madinah dan Makkah. Hotel ODTS, merupakan hotel bintang empat yang baru beroperasi 15 Februari 2017 dan Hotel Anjum yang merupakan hotel bintang lima baru dua tahun beroperasi dengan kapasitas 1.730 kamar.
"Terkait dengan hotel pulalah batasan kami kalau menentukan target 1.500 jamaah untuk pemberangkatan serentak. Sulit cari hotelnya kalau mereka harus dikumpulkan dalam satu hotel," ujar Syarqowie.(purwanto/*)

Berita Terkait

Baca Juga