Peradi Didik Advokat Andal, Bukan Abal-abal | Berita Terbaru Hari ini

Close

Peradi Didik Advokat Andal, Bukan Abal-abal

Peradi Didik Advokat Andal, Bukan Abal-abal BUKA: Ketua DPN Peradi, Luhut M. P. Pangaribuan membuka PKPA Angkatan I Tahun 2017

MALANG- DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Malang, kemarin membuka Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan I Tahun 2017. Pembukaannya sangat istimewa karena dihadiri Ketua DPN Peradi, Luhut M. P. Pangaribuan S.H, LL.M.

Pendidikan yang dilakukan selama dua bulan di Hotel Pelangi Malang itu, diikuti sekitar 50 peserta dengan pemateri sebagian besar dari DPN Peradi. Seperti Wakil Ketua, Ifdhal Kasim, S.H, LL.M, Wakil Sekjen, Imam Hidayat S.H, M.H hingga pengurus bidang ujian dan magang, DR. Solehoddin, S.H, M.H.

Menurut Ketua DPC Peradi Malang, Yayan Riyanto S.H, M.H, program PKPA ini harus dilakukan untuk mendidik para calon advokat itu menjadi penegak hukum yang andal, berintegritas, profesional dan menjalankan profesinya sesuai dengan kode etik advokat.

“Kami prihatin karena sudah banyak advokat yang seharusnya membela orang, malah menjadi pesakitan,” katanya kepada para peserta. “Inilah saatnya, belajar mendapat ilmu yang tidak diberikan semasa di bangku kuliah. Kalau berilmu, jangan takut tidak laku,” ungkap dia.

Pengacara senior ini mengungkapkan, di Malang memang jumlah pengacara sudah sangat banyak. “Hampir 1.000 orang. Tapi yang benar-benar menjalankan profesinya dengan baik, tidaklah banyak. Bisa dihitung dengan jari,” tegas Yayan, sapaannya.

Sebab itu, ia berpesan agar para calon advokat yang mengikuti PKPA ini, lebih serius sejak awal. “Jadilah profesional, bukan pengacara abal-abal,” pintanya. Sementara itu, dalam sambutannya, Luhut mengkritisi sejumlah PKPA yang isinya mirip dengan pelajaran hukum di perguruan tinggi.

“Pendidikan khusus advokat ini, harus diberikan materi yang beda oleh para advokat yang sudah berpraktek selama 15 tahun. Di situlah, para calon advokat itu lebih mengerti tentang proses-proses beracara,” ungkap pria yang juga penyusun kurikulum PKPA ini.

Seperti bagaimana membuat eksepsi atau bahkan mengajukan praperadilan. “Kalau knowledge kuat, maka jangan takut dalam berpraktek nanti. Ini menjadi tantangan besar karena sekarang banyak advokat tersandung kasus korupsi,” paparnya.

“Praktek-praktek suap sudah


BERITA TERKAIT