Jelang Lebaran, Polisi Jaga Toko Emas dan Bank Diminta Rekam Antrean dan Parkir Kendaraan

  • 2017-06-06 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2411
Jelang Lebaran, Polisi Jaga Toko Emas dan Bank Diminta Rekam Antrean dan Parkir Kendaraan Menjelang Lebaran, polisi meningkatkan keamanan dan kewaspadaan terhadap toko emas dan bank

MALANG – Antisipasi tidak kejahatan di jelang hari Raya, Unit Sabhara Polres Malang menggelar operasi ke sejumlah toko emas dan perbankan di wilayah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (6/6/2017).

“Tujuan operasi ini karena kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Terutama kepada masyarakat yang menunaikan ibadah puasa, supaya lebih khusyuk dan tidak ada gangguan kriminalitas,” kata Kabag Ops Polres Malang, Kompol Sunardi Riyono.

Dalam operasi ini polisi pun membawa senjata lengkap. Selain memantau di sejumlah tempat, juga melakukan sekaligus memberikan imbauan kepada pemilik toko emas dan petugas perbankan agar waspada.

Mantan Kasatreskrim Polres Malang ini juga memerintahkan anggota yang melakukan pengamanan, untuk merekam antrean di toko emas ataupun perbankan. Hal tersebut untuk memudahkan penyelidikan, ketika terjadi tindak kejahatan karena wajah pelaku pastinya terekam.

“Tidak hanya antrean orangnya saja, kendaraan yang parkir di sekitar toko emas dan perbankan juga kami minta untuk direkam,” ujarnya.

Sunardi pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam membawa barang berharga. Dia meminta agar masyarakat tidak menggunakan perhiasan atau uang berlebihan, yang bisa memancing pelaku kejahatan.

“Apabila ada masyarakat yang mau mengambil uang dalam jumlah besar ke bank, silahkan saja datang ke Polres Malang untuk meminta pengawalan. Kami yakinkan bahwa pengawalan gratis sama sekali tidak ada biaya,” tuturnya.

Selain toko emas dan perbankan, petugas juga menyasar ke penjual uang baru di Jalan Sultan Agung Kepanjen. Di sepanjang jalan ini, petugas memberi imbauan kepada penjual uang untuk membantu menjaga keamanan.

Selain itu, petugas pun sempat mengamankan seorang perempuan yang berjualan petasan.

“Untuk penjual petasan hanya kami lakukan pembinaan saja. Namun kami tetap akan mencari tahu siapa produsen pembuatan petasan tersebut,” paparnya.(agp/lim)

Berita Terkait

Baca Juga