Upacara Bendera di Rel, Kereta Lewat, Bubar Sesaat

Upacara Bendera di Rel, Kereta Lewat, Bubar Sesaat Upacara bendera memperingati HUT RI yang dilakukan warga Comboran Timur diganggu kereta lewat, bubar sesat.(sica)

MALANG- Semangat warga RT 09 RW 07 Comboran Timur Kelurahan Sukoharjo, Klojen Kota Malang saat melaksanakan upacara bendera memperingati HUT ke-72 RI, Kamis (17/8/2017) mendadak buyar. Gara-garanya mendadak kereta api lewat dan mereka saat itu sedang upacara di rel.

Warga pun semburat berlarian menuju teras rumahnya masing-masing . Kereta api tiba-tiba muncul dari arah arah utara menuju kerumunan warga yang sedang melaksanakan upacara di tengah rel.

“Minggir-minggir rek, kereta liwat,” seru salah seorang warga di tengah khusyuknya upacara yang sudah masuk prosesi doa penutup.

Kereta api dengan tiga rangkaian gerbok milik PT KAI saat itu memang tidak berjalan kencang. Sehingga warga bisa dengan santai membubarkan diri ke tepian rel dengan aman.

Anak-anak yang mengikuti upacara itupun segera diarahkan segera menyingkir dari rel. Muda-mudi RT 09 itu segera sibuk memberi tahu warga lain agar tidak berada di jalur lintasan kereta.

“Bu, bude ojo ndek kono bu, masuk o (Bu, jangan di situ),”  seru seorang pemuda memperingatkan bibinya yang kebetulan sedikit kebingugan mau kemana mengamankan diri.

Sebenarnya kehidupan mereka sehari-hari memang sudah biasa dan akrab dengan kereta api di lingkungan tempatnya bermukim. Rumah-rumah warga di sini tidak lebih dari dari lima meter saja dari rel.

Begitu juga dengan peristiwa saat mereka melakukan upacara memperingati HUT ke 72 RI. Warga di pinggiran rel kereta api di wilayah Comboran Timur ini mengaku bukan hal baru mengalami hal seperti itu. Setiap 17 Agustus di saat mereka sedang khusuk upacara, ada saja ganggung kereta api lewat.

 

Meski kondisinya seperti itu, tidak ada ketegangan dari raut wajah ratusan warga yang antusias mengikuti upacara bendera itu. Mereka malah tertawa lepas dan sempat bercanda karena upacara mereka buyar sesaat. Sontak malah tawa yang terdengar dari sela-sela gang sempit ini.

“Wes biasa disini. Kami

Berita Terkait

Baca Juga